Published On: Sen, Mei 18th, 2015

Pemkab Tuban Dituding “Pelihara” Jukir Nakal

TUBAN

JUKIR NAKAL: Inilah bukti karcis yang ditarik melebihi ketentuan Perda Kabupaten Tuban. Modusnya dengan menuliskan nopol kendaraan di atas angka tarif parkir.

JUKIR NAKAL: Inilah bukti karcis yang ditarik melebihi ketentuan Perda Kabupaten Tuban. Modusnya dengan menuliskan nopol kendaraan di atas angka tarif parkir.

seputartuban.com–Keluhan atas pelayanan parkir di Kabupaten Tuban seolah tidak ada habisnya. Juru parkir (jukir) selaku petugas lapangan milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tuban dengan leluasa menarik uang parkir melebihi ketentuan.

Fakta sungsang ini menimbulkan kesan jika Pemkab Tuban tidak benar-benar serius menanggapi keluhan masyarakat atas buruknya layanan parkir.

Bahkan imej yang beredar di masyarakat Pemkab Tuban seperti sengaja “memelihara” keberadaan jukir yang meresahkan tersebut.

Keluhan paling mencolok adalah adanya praktik menarik retribusi parkir di luar ketentuan Perda Kabupaten Tuban yang dilakukan para jukir nakal.

Bahkan pelanggaran ini dilakukan terang-terangan di kawasan Alun-alun yang berada di depan Kantor Bupati Tuban.

M Sohib adalah salah satu korban jukir nakal milik Dishub Tuban. Sopir mobil Elf 38 tahun ini merasa diperlakukan tidak adil oleh seorang jukir di Alun-alun Tuban.

Dia mengatakan, usai mengantar rombongan religi di Gresik kemudian pulangnya mampir di Alun-alun Tuban, Sabtu (16/05/2015) malam. Saat parkir Sohib ditarik retribusi parkir Rp 15 ribu. Padahal mobil mini bus lainnya yang masih satu rombongan cuma ditarik Rp 5 ribu.

Modusnya nominal rupiah yang tertera dalam karcis ditutup dengan nopol kendaraan dengan menggunakan spidol. Sehingga nominal retribusi sesuai aturan Perda Tuban tidak kelihatan.

“Masak sekelas Tuban parkirnya mahal, lebih mahal dari kota lainya yang lebih besar. Katanya tiap hari disetorkan ke dinas,” ungkap Sohib emosi.

Padahal sesuai Perda Kabupaten Tuban nomor 12 tahun 2011 tentang retribusi parkir di tepi jalan umum untuk mobil penumpang, mobil barang kurang dari 3.500 kg dikenakan tarif Rp 1.000.

“Yang pelayanan paling rendah saja seperti ini, apalagi yang diatas sana. Ini kan sama saja dengan memelihara jukir nakal,” keluh sopir lainya.

Sementara Kepala Dishub Kabupaten Tuban, A Faraith mengaku pihaknya sudah bekerja maksimal. Tiap hari ada petugas Dishub yang keliling memungut hasil retribusi sekaligus melakukan pembinaan.

“Minggu kemarin ada 16 jukir nakal diamankan Polsek Kota. Yang tidak memiliki surat tugas atau memungut tidak sesuai ketentuan,” katanya  dihubungi terpisah , Senin (18/05/2015) sore.

Menurut Fraith, jukir di Tuban tidak mendapatkan gaji tetap. Mereka mendapatkan bagi hasil retribusi tiap hari. Seanyak 70 persen untuk jukir dan 30 persen sisanya disetorkan ke kas daerah.

“Kalau masih ada itu oknum. Kami tetap berupaya menertibkan terus. Salah satunya bekerjasama dengan Polsek,” kilah dia.

Berkaitan itu, salah satu calon kandidar kuat Sekda Tuban ini mengimbau agar masyarakat menolak membayar retribusi kepada Jukir jika tidak sesuai ketentuan.

“Masyarakat harusnya juga jangan mau membayar kalau tidak sesuai. Itu bagian dari mendidik mereka. Kalau menemukan jukir nakal silahkan laporkan, kami sangat berterima kasih,” tandas Faraith. MUHAIMIN

Facebook Comments

About the Author