Published On: Kam, Mar 12th, 2015

Pemkab Tuban Pelototi Minimarket Bebas Bir

TUBAN

SUNARYO: Minimarket dan pengecer tak boleh menjual bir.

SUNARYO: Minimarket dan pengecer tak boleh menjual bir.

seputartuban.com-Pasca terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 6 tahun 2015 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran, dan penjualan minuman beralkohol, menyemangati Pemkab Tuban membersihkan Bumi Wali dari cairan memabukkan tersebut.

Salah satu hal yang diatur dalam permendag ini, adalah terkait dilarangnya minimarket dan pengecer menjual minuman beralkohol dengan kadar alkohol di bawah 5 persen atau jenis bir.
Aturan baru tersebut  merupakan revisi Permendag No 20/M-DAG/PER/4/2014 tentang hal yang sama.

Pasal yang direvisi yaitu pasal 14 di dalam Permendag No 20 tahun 2014. Dalam Permendag lama disebutkan bahwa yang bisa menjual bir adalah pengecer yang terdiri dari minimarket, supermarket, hipermarket dan pengecer lainnya.

“Dengan Permendag baru ini, maka ada revisi dengan menghilangkan minimarket dan pengecer lainnya. Artinya minimarket dan pengecer tak boleh menjual bir. Pengecer lainnya termasuk warung-warung yang luasnya 12 meter persegi,” ungkap Kasi Meterologi dan Perlindungan Konsumen Bidang Perdagangan pada Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban, Sunaryo, Kamis (12/03/2015) siang.

Dia mengatakan, dengan adanya Permendang baru ini diharapkan dapat menumpas peredaran minuman beralkohol di kota dengan sebutan Bumi Wali ini.

Sunaryo menyebut, untuk menindaklanjuti Permendag tersebut pihaknya sudah mengirimkan surat edaran kepada 41 minimarket di Kabupaten Tuban tentang larangan menjual bir. Surat itu telah dikirim 20 Februari lalu.

“Kami memberikan tenggang waktu kepada pengusaha minimarket minimal sampai bulan Maret seluruh minuman alkohol golongan A,B,C harus sudah bersih,” tegas dia.

Sunaryo menjelaskan, untuk memantau pelaksanaan Permendag ini pihaknya akan segera turun lapangan melakukan sidak pasar. Jika sampai batas waktu yang ditentukan masih ada minimarket yang menjual bir maka akan ditindak.

“Pertama berupa teguran. Jika tidak dindahkan kami akan menyita semua minuman keras yang ada di tempat itu (minimarket),” ujarnya.

Sementara ditanya terkait tengara masih banyaknya produsen arak di Bumi Wali, Sunaryo menegaskan terus dilakukan operasi pemabasmian bersama Satpol PP sebagai garda depan.

“Kan sudah ada Perda nomor 5 tahun 2004 tentang pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol. Tahun 2014 lalu para pemroduksi minuman beralkohol khususnya arak di kawasan Kecamatan Semanding kami tutup,” katanya. WANTI TRI APRILIANA

Facebook Comments

About the Author