Published On: Kam, Okt 22nd, 2015

Pemkab Tuban Kuwalahan Tertibkan Gerombolan Penambang Liar

TUBAN

NOOR NAHAR: Kita sebenarnya ingin buatkan mereka sebuah perkumpulan dan pelatihan dalam melakukan penambangan yang aman.

NOOR NAHAR: Kita sebenarnya ingin buatkan mereka sebuah perkumpulan dan pelatihan dalam melakukan penambangan yang aman.

seputartuban.com-Pemkab Tuban benar-benar dibikin kuwalahan menghadapi maraknya praktik penambangan ilegal di wilayahnya.

Meski upaya melakukan penertiban terhadap para pelaku tambang ilegal baik yang ada di lahan perhutani maupun pribadi, tetap saja Pemkab Tuban kerepotan karena mereka berpindah-pindah.

Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Husein, mengatakan pihaknya sudah pernah mengumpulkan para penambang dan juga akan dibuatkan koperasi. Tapi, mereka menolak dan berpindah-pindah dalam melakukan penambangan.

“Kita sebenarnya ingin buatkan mereka sebuah perkumpulan dan pelatihan dalam melakukan penambangan yang aman,” tutur dia, Rabu (21/10/2015) siang.

Namun demikian, rencana tersebut sulit untuk dilaksanakan karena masyarakat tidak merespon program tersebut. Saat ini, Pemkab Tuban melalui Satpol PP terus melakukan penertiban terhadap kegiatan penambangan.

Di tempay lain, anggota Komisi B DPRD Tuban Cancoko, menuturkan pemerintah harus secepatnya mengambil tindakan terkait penambangan ilegal yang ada di Tuban. Sebab saat ini Tuban menempati urutan ke dua di Jawa Timur yang berpotensi terjadi konflik pertambangan.

Politisi Partai Demokrat ini, mengungkapkan masalah pertambangan saat ini semakin rumit dengan diberlakukannya peraturan perizinan tambang menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Tetapi, di sisi lain, Pemkab Tuban harus berani mengambil tindakan agar tambang ilegal tidak semakin marak.

“Perlu adanya koordinasi dan ketegasan antara pemkab dengan pemprov,” ujarnya.

Cancoko mengingatkan, Pemkab Tuban juga harus melihat penyebab yang ditimbulkan dari penambangan ilegal, terutama kerusakan alam dan lingkungan. Sehingga diharapkan tidak terjadi Salim Kancil di wilayah Tuban.

“Semoga di Tuban tidak ada kasus serupa seperti di Lumajang,” tandas dia. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author

Displaying 2 Comments
Have Your Say
  1. wonk Soko berkata:

    Maraknya pertambangan liar tdak lepas dri kebutuhan material tambang yg bgitu bsar peluang ini tdak disia2kan oleh pengusaha,bila mreka hrs ijin mka di pastikan akn terbentur birokrasi yg ruwet,dan btuh waktu yg lma!kondisi ini di dkung oleh masy. sekitar yg memang btuh lahan pekerjaan,tpi di negri ini meski ilegal g ada yg gratiss,bnyak yg bermain dsini mulai uang keamanan,sewa lahan sampai upeti sana sini,pdahal untk memakai lahan perhutani bkanlah hal mudah cntoh pling bru hanya untk melebarkan akses jalan wisata pemkab bjnegoro hrus berurusan dng perhutani sampai2 perhutani pusat turun tangan,lha ini msalah beratus hektar lahan perhutani di eksploitasi tanpa ijin kok diam?ada apa ini?dan yg pling miris pemkab tuban cman pandai mencari alasan tnpa ada solusi apapun pdahal disamping kerusakan lingkungan,pendapatan asli daerah tiap tahun menguap bgitu sja,nek di pikir nginiki sing salah sopo???

  2. maghfur berkata:

    untuk memenimkan tambang ilegal khusunya batu kumbung sebetulnya mudah yakni pemkab harus memberi contoh membangun dengan metode ramah lingkungan atau paling tidak memberi sanksi pada intansi yg membeli hasil tambang ilegal!