Published On: Rab, Agu 8th, 2018

Pemkab Tuban Kerjasama BKSDA Tangani Penemuan Gua

seputartuban.com – Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, menegaskan gua yang ditemukan di Dusun Jaten, Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban tida dapat langsung dikomersilkan. Karena harus melalui serangkaian proses sebelum dijadikan objek wisata maupun wilayah konservasi.

DITUTUP : Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein saat mengunjungi lokasi penemuan Gua

Hal itu disampaikan Wakil Bupati yang juga Ketua DPC PKB Tuban itu saat melakukan kunjungan ke lokasi. “Peninjauan ini dalam rangka mengumpulkan data secara topologi, geologi maupun kajian lingkungan,” katanya, Selasa (07/08/2018).

Gua memiliki panjang 214 meter dengan lebar dinding mencapai 15 meter. Akan dilakukan kajian lebih mendalam kondisi keamanan dan lainnya. Meninggat sekitar lokasi sudah dipakai aktivitas penambangan batu kumbung. Sehingga potensi terjadi getaran pada atap maupun dinding gua setiap hari.

Wabup menginstruksikan agar keberadaan goa ini harus diamankan, baik Pemerintah Desa, aparat, maupun masyarakat umum. Untuk sementara waktu, penambangan di atas gua harus dihentikan sebelum ada rekomendasi lebih lanjut. Terkait dengan lokasi gua yang berada di lahan warga, Wabup menuturkan bahwa hal tersebut dapat dibicarakan kemudian setelah semuanya ada kejelasan dari lembaga terkait. Baik dari aspek geologi ataupun konservasi lahan.

Wabup juga menyatakan, Pemkab akan mendata luasan areal gua. Selanjutnya, Dinas Lingkungan Hidup bersama para pihak dan tenaga ahli, akan membuat peta dan skema areal goa serta lokasi yang dilarang untuk melakukan aktivitas penambangan. Hal ini dilakukan mengingat banyak warga yang melakukan aktivitas penambangan di lokasi sekitar gua. “Dikhawatirkan terjadi longsor yang dapat memakan korban jiwa,” jelas Wabup.

Selain itu, larangan tersebut juga didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan logis dari berbagai studi. Pemkab juga akan bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan pakar geologi nasional. Sehingga, dapat ditentukan langkah-langkah selanjutnya yang mengacu pada kajian ilmiah.

Bila dinyatakan layak sebagai objek wisata, Pemkab akan mendukung penuh pengembangan destinasi wisata gua tersebut. Gua yang ditemukan secara tidak sengaja tersebut berada di areal penambang batu kumbung (karst) milik salah seorang warga setempat yang didalamya ada stalagtit dan stalagmit menjadi kekhasan dari gua ini.

“Ditambah lagi, gua ini belum pernah terjamah tangan manusia, jadi benar-benar alami. Dengan dijadikan objek wisata dapat meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa Jadi,” harap Wabup.

Pada kesempatan yang sama, Sudariono warga Desa Jadi, penemu gua sekaligus pemilik areal tambang menceritakan kronologi penemuan pada awalnya, tengah menambang seperti biasanya. Saat memotong batu kumbung, tiba-tiba terlihat lubang yang menghembuskan angin dari dalam.

Bersama dengan penambang lain, dia membuat lubang yang lebih besar yang digunakan sebagai pintu masuk. Selanjutnya, ketika turun dia terkejut melihat kondisi goa yang memiliki stalagmit dan stalagtit yang menjulang hingga menyentuh atap goa. (RLS/RHOFIK SUSYANTO)

Facebook Comments

About the Author

komentar dengan santun

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>