Published On: Rab, Agu 10th, 2016

Pemkab Tuban Gugat Rekanan Pasar Mondokan Rp. 27 Miliar

TUBAN

seputartuban.com – Pemkab Tuban mengugat rekanan pembangunan pasar besar tuban (PBT) atau pasar Mondokan. 2 perusahaan sekaligus menjadi tergugat dan dituntut ganti rugi hingga Rp. 27 miliar karena 15 tahun belum menyelesaikan pekerjaan pembangunan.

Donovan Akbar Kusumo Buwono

Donovan Akbar Kusumo Buwono

Yakni sebagai tergugat pertama adalah PT. Kharisma Bengawan Solo (KBS) dan sebagai tergugat kedua PT. Hutama Karya (HK) cabang VIII Jawa Timur.

Keduanya dianggap telah ingkar janji atas masa penyelesaian pekerjaan yang tak kunjung usai. Sehingga Pemkab Tuban mengugat keduanya membayar kerugian materiil sebesar Rp. 2 miliar dan imateriil sebesar Rp. 25 miliar.

Hakim yang juga Humas Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Tuban, Donovan Akbar Kusumo Buwono mengatakan bahwa pihaknya sejauh ini masih melakukan pemeriksaan per-kasus. Serta masih menunggu berkas tambahan dari penggugat.

“Mereka (kedua tergugat) didugat pihak pemerintah daerah karena tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan masa kontrak kerja yang telah disepakati. Yakni sejak 19 Juni 2002 hingga sekarang yang pengerjaan fisiknya baru selesai 65,61 persen,” terangnya senin, (8/8/2016) siang.

Guguatan perdata itu dilakukan pihak Pemkab Tuban didaftarkan ke Pengadilan Negeri Kabupaten Tuban pada Selasa, (5/4/2016) dengan nomor laporan 13/PDT/6/2016/PN/TBN.

Kasus tersebut sudah dilakukan sidang ke 6 kali dengan waktu agenda pelaksanaan setiap hari Kamis dan terakhir pada kamis, (4/8/2016) lalu dengan materi Replik. Atau jawaban penggugat dalam hal baik terulis maupun lisan terhadap jawaban tergugat sebagai langkah tindak lanjut dari pemeriksaan berkas.

Sedangkan sidang yang akan dilaksanakan pada Kamis (11/8/2016) minggu depan adalah mendengarkan jawaban dari penggugat. “Sejak pelaksanaan sidang pertama pihak tergugat 1 tidak pernah hadir memenuhi panggilan sidang yang kami ajukan, sehingga mereka dianggap tidak menggunakan hak,” imbuhnya.

Dalam perkara ini, bertindak sebagai Hakim Ketua ialah, Arif Budi Cahyono SH, beranggotakan Donovan Akbar Kusumo Buwono, dan Kiki Yuristian SH.  “Jika hak jawab diantara pihak penggugat dan pihak tergugat sudah dinyatakan cukup, serta perkara perdata yang telah diperiksa sudah jelas keseluruhannya, maka tahapan pemeriksaan berikutnya ialah tahapan pembuktian,” pungkasnya.

Diketahui, kontrak kerjasama PT KBS selaku rekan pertama pengerjaan Pasar Mondokan dilakukan Sejak Tahun 2002 hingga diputus tahun 2008 lantaran pekerjaanya tak kunjung selesai, sedangkan pemenang tender kedua dimenangkan PT HK. Pemenang tender tidak berani melanjutkan pengerjaan karena Pemkab Tuban dianggap masih memiliki masalah dengan rekanan pertama.  ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author