Published On: Sab, Apr 11th, 2015

Pemilik Motdin Kecamatan Bancar Buat Surat Pernyataan

TUBAN

MOTDIN DIAMANKAN : Kasat Lantas Polres Tuban, AKP Muhammad Fakih, Senin (06/04/2015) siang, menunjukkan sepeda motor dinas yang diamankan dari razia balap liar.

MOTDIN DIAMANKAN : Kasat Lantas Polres Tuban, AKP Muhammad Fakih, Senin (06/04/2015) siang, menunjukkan sepeda motor dinas yang diamankan dari razia balap liar.

seputartuban.com – Sepeda motor dinas jenis Supra X (bukan Jupiter Z) yang ditangkap dari razia balap liar Sabtu (06/04/2015) malam ternyata dipakai ngopi sambil melihat aksi balapan. Motdin tersebut tetap diamankan petugas karena diparkir pada badan jalan dan berada satu lokasi dengan balap liar.

Camat Bancar, Murtadji membenarkan motdin Nopol S 3896 EP merupakan milik bawahanya. “Setelah kami lakukan pengecekan pada pegawai kami ternyata benar bahwa kendaraan tersebut milik salah satu pegawai kami,” tegasnya, Kamis (09/04/2015).

Camat mengaku sudah mendapatkan teguran secara lisan oleh pihak Pemkab Tuban. Kemudian dia menidaklanjutinya dengan memerintahkan anak buahnya tersebut membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatanya lagi. “Ini teguran pertama, disuruh buat surat pernyataan,” imbuhnya.

Hasil pemeriksaan Camat, sepeda motor yang dibeli dari uang rakyat tersebut dipakai oleh anak stafnya. Karena sepeda motor sang anak sedang rusak, sehingga meminjam orang tuanya untuk beli kopi. “Ya nggak tahu mas, namanya anak muda, mungkin diajak main temanya,” ungkapnya.

Kanit Turjawali Sat Lantas Polres Tuban, AIPTU Jamhari menegaskan bahwa motor dinas (motdin) tersebut bukan pelaku balap liar. Pemiliknya memarkir kendaraanya pada badan jalan dan satu lokasi dengan tempat balap liar. Ini mengganggu keamanan keselamatan dan kelancaran lalu lintas. “Hanya melihat sambil ngopi, belum sempat balapan karena baru setting motor kita sudah datang,” jelasnya, Jumat (10/04/2015).

Motdin sudah diambil pemiliknya, Kamis (09/04/2015) oleh orang tua remaja yang membawa saat razia. “Sudah diambil kemarin, tinggal 8 unti yang belum diambil pemiliknya. Pengambilan harus menunjukkan kepemilikan SIM dan kendaraan harus standar,” pungkasnya. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author