Published On: Jum, Agu 12th, 2016

Pemdes Gaji Prioritaskan Pembangunan Jalan

KEREK

seputartuban.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Gaji, Kecamatan Kerek mulai melaksanakan pembangunan yang bersumber dari Dana Desa (DD). Pembangunan infrastruktur tersebut untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Selain untuk memperlancar aktifitas sehari-hari juga upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Desa Gaji, Subroto

Kepala Desa Gaji, Subroto

Untuk DD tahun 2016 Pemdes Gaji masih memprioritaskan untuk pembangunan jalan. Karena saat ini banyak jalan lingkungan yang mengalami kerusakan dan perlu segera dilakukan perbaikan agar tidak semakin parah.

Kepala Desa Gaji, Subroto mengatakan selain melakukan pembangunan jalan juga saluran air. Karena banyak jalan yang butuh diperbaiki agar kerusakan tidak semakin parah. Selain itu juga karena wilayahnya yang luas sehingga untuk memperbaiki butuh dana besar. “Jalan kita banyak sudah rusak sehingga perlu segera diperbaiki banyak yang tidak ada salurannya,” kata Kades Gaji, Subroto, Kamis (12/8/2016).

Untuk tahun ini ada sepanjang 300 meter jalan lingkungan yang diperbaiki dan sepanjang 900 meter jalan usaha tani yang dibuat. Pembangunan jalan usaha tani bertujuan untuk mempermudah transportasi pertanian sehingga bisa meningkatkan pendapatan dan ekonomi masyarakat yang mayoritas petani. Sedangkan untuk pembangunan saluran air sepanjang 175 meter.

Fasilitas lain yang dibangun yakni gedung TK dan Polindes. Karena selain jalan juga perlu inflastruktur pendidikan dan kesehatan sangat dibutuhkan. “Untuk Polindes berada di Dusun Sidorejo yang letaknya jauh dari Puskesmas yang ada di Desa Gaji, sehingga kita priotitaskan,” jelasnya.

Diketahui, di desa Gaji ada jalan lingkungan yang dimiliki sepanjang 3 kilo meter yang tersebar di 4 dusun. Yaitu Dusun Sidomulyo, Dusun Sidodadi, Dusun Karang Binangun dan Dusun Sidirejo. Sementara jumlah penduduknya sebanyak 8.380 jiwa dan yang terbagi dalam 2.370 kepala keluarga (KK).

Sedangkan kebutuhan desa untuk infrastruktur masih sangat banyak, selain jalan dan saluran, di dusun Sidorejo membutuhkan air bersih. Sebab di dusun tersebut tiap musim kemarau selalu mengalami kekeringan. Bahkan untuk mengambil air warga harus menempih jarak hingga 2 kilo meter, itupun harus beli dengan harga yang mahal. “Dana yang kita dapatkan tidak bisa mencukupi untuk pembangunan infrastruktur yang mendesak dan harus kita lakukan secara bertahap,” keluhnya.

Tahun 2016 Alokasi Dana Desa (ADD) yang diperoleh Pemdes Gaji mengalami penurunan, dibanding desa-desa lainya yang mengalami peningkatan. Padahal Desa Gaji memiliki wilayahnya luas, jumlah penduduknya paling banyak dan jumlah keluarga miskinnya juga banyak.  “Tahun ini ADD kita mengalami penurunan hingga 100 juta, tapi desa yang lain naik. Kita tidak tau alasan pemerintah daerah,” pungkasnya. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author