Published On: Kam, Sep 29th, 2016

Pembuatan Polisi Tidur Akan Diatur Perbup

TUBAN

seputartuban.com – Polisi tidur beberapa pihak mungkin menilai cukup mengganggu dan membahayakan pengguna jalan. Karena selain model juga ketinggianya dinilai juga membahayakan. Namun sebentar lagi garis kejut atau polisi tidur itu akan diatur melalui Peraturan Bupati (Perbup).

ilustrasi-polisi-tidurKasubbag Perundang undangan Kabag Hukum Setda Tuban, Cyta Suryawijati, menyampaikan bahwa rancangan Perbup itu tidak hanya mengatur polisi tidur saja tapi lebih pada ketentraman dan ketertiban umum. “Yang didalamnya mengatur tentang pembuatan polisi tidur,” ujarnya.

Cyta menjelaskan, bahwa Perbup itu belum ditandatangani oleh Bupati Tuban karena masih perlu penyempurnaan lagi. “Masih dalam proses koreksi dan belum dinaikkan ke bupati,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa draft Perbup tersebut masih perlu konsultasi dari berbagai pihak yang berkaitan dengan aturan tersebut. Mulai dari bagaimana tentang penempatan pemberian tanda dan pemasangan rambu dengan adanya garis kejut. Hingga
terkait harus dilengkapinya marka dan polisi tidur dengan garis serong dengan cat berwarna putih.

Sementara itu, kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban, Faraith A, menyampaikan pihaknya sudah melakukan konsultasi ke beberapa pihak khususnya ke satpol PP terkait rancangan perbup tersebut. “Iya masih dalam proses,” katanya.

Dia menjelaskan dalam Keputusan Menteri Perhubungan No 3 Tahun 1994 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pemakai Jalan dimana mengatur tentang polisi tidur dengan ketinggian maksimal 15 CM dan kemiringannya 15 derajat. Dan penempatan polisi tidur harus di jalan lingkungan pemukiman, jalan lokal dengan kelas jalan IIIC. Serta pada jalan-jalan yang sedang dilakukan perbaikan. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author