Published On: Rab, Des 17th, 2014

Pembagian Japel RSUD Tuban Amburadul

TUBAN

AMBURADUL: Gara-gara pasokan listrik tidak tercukupi,layanan di RSUD Tuban terganggu sejak Senin (20/10/2014) hingga Rabu (22/10/2014).

AMBURADUL: Kalangan staf medis RSUD Tuban bergolak gara-gara pembagian japel tidak transparan.

seputartuban.com–Kalangan staf medis di lingkungan RSUD dr Koesma Tuban bergolak. Gara-garanya dipicu pembagian jasa pelayanan atau biasa disebut japel yang dianggap tidak proporsional karena tak berbasis kinerja.

Sejumlah staf  medis di lingkungan rumah sakit berpelat merah ini kepada seputartuban.com, mengatakan pembagian japel tiap bulan tidak dapat dipastikan tanggalnya. Tidak itu saja. Mekanisme dan prosedur pemberian japel juga disebut masih belum jelas.

Karyawan atau pegawai fungsional yang bekerja ekstra serta melayani langsung dengan pasien kalah jauh dengan japel yang diterima pegawai struktural.

“Mungkin ada yang sampai puluhan juta, kita tidak jelas bagaimana pembagiannya. Kita yang langsung bersentuhan dengan pasien kalah jauh dengan yang hanya duduk-duduk di balik meja,” keluh seorang PNS di RSUD dr Koesma Tuban, Selasa (16/12/2014) siang.

Menurut dia, pendapatan RSUD terbagi dalam jasa pelayanan BPJS, SKTM dan pembayaran tunai atau asuransi lainya. Kemudian asal pendapatan terbagi dalam jasa penghasil yakni melakukan pelayanan langsung dan jasa penunjang yakni melakukan rujukan. Tiap unit memiliki rekapitulasi pendapatan setiap bulannya.

“Kita lebih suka memakai sistem remunerasi, karena lebih jelas dan adil. Sekarang ini 15 persen japel untuk yang di atas. Sisanya dibagi pegawai dan 60 persen untuk RSUD,” ungkapnya.

Dicontohkan, jika salah satu unit pelayanan di RSUD menghasilkan pendapatan hampir Rp 40 juta maka para pegawai menerima japel Rp 1 juta hingga Rp 2 juta.

”Dibanding Bojonegoro saja sangat jauh, Mas. Tidak tau kenapa Tuban kok amburadul seperti ini. Padahal pasienya kayaknya lebih banyak RUSD Tuban dibanding Bojonegoro,” imbuh staf lainnya.

Sementara Direktur RSUD dr R Koesma Tuban, Zaenul Arifin saat akan dikonfirmasi melalui ponselnya beberapa kali selalu tidak aktif. Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Tuban Teguh Setyobudi saat dikonfirmasi terkait hal ini tidak berkomentar banyak.

“Pembagian jasa pelayanan ditetapkan dengan keputusan kepala SKPD (Direktur RSUD) dan Perbup nomor 10 tahun 2012,” katanya. MUHAIMIN

Update : http://seputartuban.com/fitra-jatim-japel-rsud-harus-berbasis-kinerja/

Facebook Comments

About the Author