Published On: Rab, Feb 10th, 2016

Pemasangan Jaringan PLN Meresahkan Warga

Share This
Tags

KEREK

DIRESAHKAN : Tiang listrik pengutan jaringan PLN yang mau roboh di sebelah  barat Desa Gaji, Kecamatan Kerek

DIRESAHKAN : Tiang listrik pengutan jaringan PLN yang mau roboh di sebelah barat Desa Gaji, Kecamatan Kerek

seputartuban.com – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Tuban melakukan penguatan jaringan dikeluhkan warga Desa Kedungrejo, Desa Gaji dan Desa Wolutengah, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban.Selain tidak ijin pemilik lahan, juga pemasangan jaringan kabel diresahkan, karena dianggap warga kabel terlalu besar dan rawan roboh. Terbukti beberapa tiang listrik sebelah barat Desa Gaji roboh dan menimpa tanaman padi warga.

Menurut Imam (54), warga Desa Gaji, pemilik lahan sangat kecewa, sebab tidak ada pemberitahuan saat rekanan mendirikan tiang. Dia menuntut rekanan harus bertanggung jawab terhadap tanamannya yang rusak akhibat tiang yang roboh. Serta mengharapkan agar tiang diperbaiki dengan baik dan tidak roboh lagi, karena selain bisa merusak tanaman juga membahayakan warga. “Tidak ada pemberitahuan kepada pemilik lahan sama sekali, kita sangat kecewa meskipun itu untuk kepentingan masyarakat,” keluhnya, Senin (8/2/2016).

Hal serupa juga dikeluhkan Sair (48), tanaman padi dan pematang sawahnya rusak akhibat tiang listrik yang baru dipasang itu roboh. Ia melihat bahwa penanaman tiang yang dilakukan kurang dalam dan kabelnya besar sehingga tidak kuat menahan beban. “Kita berharap pihak PLN bertanggungjawab dan memberikan ganti rugi atas tanaman kita yang rusak. Masa petani sudah sengsara dengan kondisi saat ini masih ditambah lagi penderitaannya,” ungkapnya.

Kepala Desa Wolutengah, Rasdan juga berharap agar pihak PLN maupun rekanan memberi pemberitahuan terhadap pemilik lahan yang akan dilintasi jaringan. Selain itu, dalam pemasangan tiang tidak mengganggu pemikiman warga ataupun merusak tanaman yang ada dilahan warga. “Rekanan maupun pihak PLN harus lebih meningkatkan komunikasi terhadap warga agar tidak terjadi salah paham,” harap Rasdan.

Terpisah, Teknisi PLN Tuban untuk wilayah Jatirogo, Hanif Ubaidillah mengatakan penyebab robohnya tiang tersebut karena kondisi tanahnya yang lembek. Sehingga saat dilakukan pemasangan kabel tiang tersebut bergerak dan roboh. Selain itu kabel yang dipakai meskipun besar ukurannya, tetapi sudah sesuai dengan standar PLN. “Kita sudah memberikan pemberitahuan kepada pihak desa melalui kepala desa terkait pemasangan jaringan tersebut,” jelasnya.

Hanif menambahkan bahwa pihak rekanan sudah melakukan perbaikan tiang tersebut dan akan dilakukan pengecoran pada tiang itu agar tidak roboh. Selain itu juga akan memberikan ganti rugi kepada warga yang dirugikan akibat tiang roboh.

Pemasangan jaringan penguat itu bertujuan untuk merubah ring system jaringan. Sehingga bila ada perbaikan jaringan tidak semua wilayah mengalami pemadaman, seperti wilayah Kecamatan Kerek dan Kecamatan Montong.   “Karena ini untuk kepentingan warga juga, kami berharap masyarakat yang dilalui jaringan ini bisa memahaminya dan tidak menimbulkan masalah,” harapnya.

Selain itu, pihak PLN juga memastikan bahwa jaringan tersebut meskipun memakai kabel dengan ukuran besar tidak akan membahayakan masyarakat. Pasalnya, tiang dan kebel yang digunakan tersebut sudah sesuai dengan standar operasional yang telah ditentukan. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author