Published On: Kam, Jun 16th, 2016

Pelayanan Bank Jatim Dikeluhkan, Pimpinan Belum Tahu

TUBAN

seputartuban.com – Bank Jatim yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam memberikan pelayananya dikeluhkan. Salah satu krediturnya yang juga seorang perangkat desa mengeluhkan atas sikap pegawai dan pelayanan Bank Jatim Rengel.

Aktifitas pelayanan Bank Jatim Tuban

Aktifitas pelayanan Bank Jatim Tuban

Wakhid Hasyim, perangkat desa di Kecamatan Soko, mengungkapkan kronologi pelayanan yang dikeluhkan. Pada Januari 2013 mengajukan pinjaman kepada Bank Jatim dan setelah mendapat izin dari Camat Soko mendapat pinjaman Rp. 15 juta dengan kontrak 3 tahun lunas. Setelah 3 tahun lunas, tunjangan penghasilan tetap (Siltap) masih dipotong terhitung Januari hingga Mei 2016. Padahal hutangnya sudah lunas terhitung sejak Desember 2015. “Sudah saya konfirmasi dengan bapak Dana (Bank Jatim Rengel) membetulkan ada kekeliruan memasukan data dari pihak kasir Bank Jatim Rengel,” katanya.

Atas hal tersebut, perangkat desa yang juga pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) bidang Advokasi dan Hukum Kecamatan Soko itu sangat menyayangkan ketidak profesionalan Bank Jatim Rengel dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Padahal Bank tersebut merupakan Bank yang sahamnya dari pemerintah daerah.

“Agar Bank Jatim tidak besar kepala dan merasa istimewa. Dan Pemkab Tuban tidak menjadikan Bank Jatim satu-satunya tempat investasi dan mitra Pemkab. Pemkab juga lebih menguatkan Bank BUMD untuk penguatan UMKM seperti akses kerajinan dompet Kenongo atau kerajinan limbah di Pandanwangi,” katanya.

Kabag Humas dan Media Setda Tuban, Teguh Setyobudi menyampaikan bahwa pemkab tidak punya wewenang untuk memberi teguran terhadap Bank Jatim. Pihaknya hanya bisa berkoordinasi atau memberi masukan kepada Bank Jatim untuk meningkatkan pelayanan. Bahwa masalah tersebut hanyalah kesalahan kecil dalam administrasi Bank Jatim. “Itu kan hanya kesalahan administrasi saja, bisa diurus kelebihan potongannya,” jelasnya.

Teguh percaya bahwa Bank Jatim sudah memiliki kebijakan tersendiri yang terbaik. “Yang jelas pihak Bank Jatim punya kebijakan terbaik untuk hal itu,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Anak Cabang Bank Jatim Widang yang diberi wewenang Kepala Bank Jatim Tuban untuk, Setyo Budi, untuk menjawab, mengatakan bahwa Bank Jatim Cabang Tuban belum mengetahui adanya masalah tersebut. Sehingga pihaknya akan mengklarifikasi kebenaran informasi itu. “Perlu kita klarifikasi lebih lanjut hal ini. Setiap masukan, kritik maupun informasi kita respon dan terima dengan baik, dengan tujuan untuk membangun Bank Jatim yang lebih baik, khususnya dalam hal pelayanan,” ujar Tyo, Rabu (15/6/2016).

Jika nantinya memang kesalahan dari kasir tersebut benar, Tyo hanya menjawab bahwa perusahaannya tetap berupaya menjalin hubungan yang baik dengan pihak pemerintahan, dari tingkat kabupaten hingga desa. “Kita tak ingin instansi kita beradu dengan pihak pemerintahan. Dengan hubungan yang selama ini sudah baik. Memang selama ini tidak ada komplain kepada kita, terkait pelayanan kita,” pungkasnya. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author