Published On: Kam, Feb 6th, 2014

Pelaksanaan Resi Gudang Belum Maksimal

Share This
Tags

TUBAN

seputartuban.com – Resi Gudang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban di Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban hingga saat ini belum maksimal penggunaanya. Karena terkendala sosialisasi, sehingga petani belum memanfaatkan sistem resi gudang (SRG) ini dengan baik.

Resi Gudang TubanGudang yang dibangun dengan luas 1,4 hektar  dan menghabiskan anggaran total  Rp. 7 miliar 21 juta dari anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja  Daerah (APBD) ini hingga saat ini dimanfaatkan beberapa petani.

Gudang SRG ini dibangun sejak 2011 berkapasitas 2.500 ton ini belum maksimal penggunaanya. Pasalnya selama 2013 lalu hanya 14 petani yang memanfaatkan SRG ini. Padahal sesuai amandemen UU no. 9 tahun 2009 tentang sistem Resi gudang, harapanya dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Karena hasil panen dapat disimpan, lalu diberi Resi (catatan) yang dapat dijadikan agunan. Sehingga petani pasca panen petani tidak perlu terburu-buru menjual hasil panen yang sedang turun harga.

Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Pemkab Tuban, Imron Ahmadi saat dikonfirmasi, Selasa (4/2/2014) mengatakan penggunaan resi gudang  14 petani selama 2013 lalu ini sebanyak 149.550 Kg. Dengan nilai resi sejumlah Rp. 553.870.000. “Ditahun 2013 saja nilai resi sebesar itu sudah mendapat pendanaan dari Bank Jatim sebesar Rp. 293.838.000,” ujar Imron.

Sedangkan hambatan yang dialami, karena kurangnya kesadaran petani untuk memanfaatkan SRG ini. Diperparah dengan banyaknya tengkulak yang memberikan pembayaran sebelum masa panen. Sehingga membuat para petani terjerat hutang, dan hasil panenya harus dibeli tengkulak yang sudah memberikan hutang.

Kendala lain karena selama ini hasil panen petani yang belum memenuhi standart SRG. Diantaranya kadar air yang masih tinggi. “Kalau tidak sesuai standart, pengelola gudang juga akan ditolak. Ini karena hasil pangan ditimbun lama. Banyak petani kecil yang membutuhkan dana untuk tanam kembali, sebelum masuk gudang sudah dijual dengan harga murah.  Seharusnya ditimbun menunggu harga mahal, ” imbuhnya.

Setiap 1 Kg hasil pangan akan dikenakan biaya operasinal sebesar Rp. 75 per-3 bulan. Biaya ini menurut Imron tidak sesuai standarnya. Namun hal ini dilakukan karena untuk menarik minat masyarakat khususnya petani agar memanfaatkan SRG ini. “Kita juga bekerjasam dengan BUMN yaitu PT. Pertani yang sudah ditunjuk pemerintah untuk menghitung dasar nilai hasil pangan, ” ungkapnya.

Diketahui, sampai awal tahun 2014, baru ada 3 petani yang menyimpan hasil panennya Gudang Resi. Dengan jumlah tonase sejumlah 40.000 Kg, dengan jumlah nilai resi sebesar Rp. 136.000.000. (han)

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author