Published On: Sel, Des 27th, 2016

Pedangan dan Abang Becak Tuding Ada “Pemelihara” Parkir Liar

seputartuban.com, TUBAN – Aturan larangan parkir bagi kendaraan pariwisata baik jenis kecil maupun jenis besar disepanjang Jalan Panglima Sudirman tepat sebelah utara Pantai Boom ternyata tidak belaku sebagaimana mestinya. Buktinya, sejak Senin(26/12/2016) pagi hingga siang banyak kendaraan yang memaksa parkir diwilayah tersebut.

GEGER : Suasana keributan antara abang becak dengan pengemudi bus yang parkir liar, Senin (26/12/2016) di kawasan jalan Panglima Sudirman Tuban

Meski sudah jelas terpasang palang pintu agar kendaraan jenis pariwisata tidak dapat masuk dihalaman parkir pantai Boom. Nyatanya masih banyak dijumpai banyak kendaraan wisata yang parkir disepanjang badan jalan meski sudah jelas-jelas terpampang rambu-rambu larangan parkir itu.

Aktifitas itu dapat diketahui sejak pagi hingga menjelang sore. Hasil pantauan di lapanga, sebanyak 8 kendaraan wisata menepikan kendaraan pada jalur itu meski sudah diarahkan para abang becak untuk memarkir kendaraanya diterminal wisata Kelurahan Kebonsari. Nyatanya hal itu sama sekali tidak membuat sopir bus beranjak dari lokasi parkir liar.

Nyaris terjadi adu pukul antara petugas parkir dengan sopir bus Nopol B 7661 TGA milik PO.Nusantara yang membawa rombongan peziarah asal Tangerang . Hal itu terjadi ketika petugas parkir menyarankan agar memarkirkan kendaraan wisata ke Terminal wisata yang berada diwilayah Kelurahan Kebonsari Tuban namun tidak ditanggapi sopir.

“Mereka telah terbukti melanggar kesepakatan yang telah disepakati antara kami (Abang becak) dengan pihak Kepolisian dan pemerintah daerah. Kita mengharapkan ketika ada pelanggaran petugas segera memberikan penindakan, kalau penumpang diturunkan disana jelas ini jelas merugikan kami. Para abang becak tidak mendapat penumpang dan dagangan para PKL tidak laku,” Terang Sutiono (40), mewakili seluruh anggota Paguyuban abang becak dan PKL, Senin (26/12/2016) siang.

JARING MASUKAN : Kasat Lantas Polres Tuban, AKP Eko Iskandar (tengah) saat menemui para pedagang dan abang becak terminal wisata Kebonsari, senin (26/12/2016)

Menurutnya, parkir kendaraan yang tidak sesuai dengan tempatnya tersebut telah mencederai lembar persetujuan yang sudah disepakati dan ditandatangani secara bersama-sama antara Kasat Lantas Polres Tuban, ditandatangani oleh A,n IPTU Agus EP, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tuban, Paraith, Ketua Paguyuban Pedagang Terminal Kebonsari, Maria Kusriyani. Ketua paguyuban Becak, Purnomo dan Ketua DPRD Miyadi. Tentang kesepakatan aturan parkir, tertanggal Selasa 1 Maret 2016 lalu.

Lembar kesepakatan tersebut menjelaskan tentang larangan bagi Bus Pariwisata sejak hari Senin sampai dengan hari Minggu, mulai Pukul 06.00 WIB hingga Pukul 18.00 WIB dilarang masuk ataupun parkir dihalaman Parkir Pantai Boom. Atau disepanjang Jalan Panglima Sudirman. Parkir hanya diizinkan di Terminal Wisata, Kelurahan Kebonsari.

Sedangkan parkir dihalaman parkir wisata Pantai Boom, hanya di izinkan  pada jam malam. Yakni sejak pukul 18.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB. “Sekitar pukul 14.16 WIB, tadi kami sudah melapor kepetugas Sat Lantas yang berada di Pos Boom. Disana kami ditemui pak Wahyudi, namun pernyataan yang diucapkan terkesan mengacuhkan aduan kami dan tidak ada upaya memberikan tindakan terhadap bus yang melanggar. Tadi yang kesana Hasan dan Nanang,” lanjutnya.

Mereka menghendaki agar aturan yang sudah disepakati tersebut benar-benar diterapkan. Sedangkan maksud mewadulkan kepada petugas kepolisian ialah petugas wajib menindak pelanggaran itu.

Kasat Lantas Polres Tuban, AKP Eko Iaskandar setelah mendapatkan laporan kejadian itu, langsung paguyuban Pedangang Kali Lima dan paguyuban Abang Becak dihalaman parkir wisata Kebonsari. Sebagai tanggapan atas kejadian tersebut, ia berjanji akan mengevaluasi kinerja anggotanya. “Saya disini baru 3 bulan. Saya mewakili Satuan Lalu Lintas Polres Tuban mohon maaf kalau ada anggota saya yang seperti itu,” katanya dihadapan para abang becak dan pedagang itu.

Menurutnya, bus atau kendaraan jenis besar lain disepanjang ruas jalan tersebut hanya diperbolehkan menurunkan penumpang saja, dan tidak diperbolehkan berhenti menepikan kendaraan disembarang tempat. Selama terdapat rambu larangan parkir karena akan mengganggu jalannya lalu lintas.

Sedangkan pemberlakuan sanksi tilang, tindakan tersebut akan diberikan bagi para pengemudi yang melanggar. Hal itu diberlakukan agar para pelanggar memiliki efek jera. Mengingat jalur itu merupakan jalur nasional dan sebagai upaya agar tidak menyebabkan kemacetan.

Sedangkan evaluasi petugas lapangan, Kasat Lantas akan menindak tegas bagi anggotanya jika terbukti melakukan pembiaran maupun terlibat pungli atas parkir disepanjang jalan tersebut, “Akan kami evaluasi lagi,” janjinya. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author