Published On: Jum, Mei 20th, 2016

Pasien Balita Dikembalikan, Puskesmas Soko Butuh Perhatian

SOKO

seputartuban.com – Pelayanan Pusat Kesehatan masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, disoal masyarakat. Setelah pasien balita dikembalikan karena kendala teknis.

Kepala Puskesmas Soko, Mushollin

Kepala Puskesmas Soko, Mushollin

Dani Prayasa, warga Dusun Semanding, RT 05 RW 04, Desa Sandingrowo, Kecamatan Soko, saat memeriksakan putra pertamanya yang sedang sakit dikembalikan. Ahmad Rizki Ramadhani (3), putranya saat dibawa ke Puskesmas Rabu (11/5/2016) sekitar Pukul 22.00 WIB dikembalikan. Padahal balita itu sudah menderita demam tinggi selama 3 hari.

Alhasil Dani membawa balik anaknya karena tidak dilayani. Kemudian dia membawa anak semata wayangnya ke Puskesmas Rengel. Karena jarak paling dekat dengan rumahnya. Berbeda tanggapanya, dia mendapat pelayanan dari petugas medis dan akhirnya anaknya mendapat perawatan.

Kepala Puskesmas Soko, Mushollin menjelaskan stafnya telah menerima dan sudah menangani sesuai prosedur. Namun karena terkendala ketersediaan alat kesehataan habis jenis infusset atau alat infus untuk pasien anak kecil habis. Sehingga pasien disarankan untuk dirujuk ke Rumah sakit.

“Pasien itu sebenarnya sudah ditangani, berhubung alat kesehatan yang dibutuhkan pada saat itu sedang habis, maka kami sarankan untuk merujuknya ke rumah sakit diwilayah Bojonegoro,” ungkapnya, Kamis (19/5/2016) pagi.

Puskesmas Soko

Puskesmas Soko

Dia menegaskan pelayanan yang dilakukan stafnya sudah sesuai aturan. Namun karena banyaknya pasien anak yang ditanganinya, menyebabkan jarum infus untuk anak cepat habis. “Yang namanya sakit itu kan tidak bisa diprediksi, kalau semua sudah terpakai ya kami harus mengajukan ulang penambahanya,” lanjunya.

Sedangkan pertimbangan untuk merujuk ke rumah sakit itu karena jarum infus yang dimilikinya hanya tersisa untuk orang dewasa dengan diameter lebih besar. Jika penggunaanya dipaksakan pada pasien anak, dikhawatirkan pasien akan kesakitan.

“Mungkin kemarin tidak dijelasksan secara jelas oleh petugas jaga sehingga terjadi kesalah fahaman antara orang tua pasien dengan petugas waktu itu,” imbuhnya.

Agar tidak terjadi kejadian serupa dikemudian hari, Ia akan mengajukan ulang berbagai peralatan serta mengajukan penambahan ruang rawat inap. Untuk mengantisipasi jika terjadi peningkatan jumlah pasien.

Anggota Komisi C DPRD Tuban, Andhi Hartanto membenarkan selain faktor Sumber Daya Manusia (SDM), ketersediaan ruang untuk pasien ditempat tersebut masih kurang memadai. Sehingga pelayanan dan penambahan fasilitas perlu lebih ditingkatkan.

“Puskesmas tersebut sudah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dibuktikan dari peningkatan data pengunjung yang kami miliki. Namun demikian berbagai kekukarang itu perlu diselesaikan dan dikoreksi secara bersama. Agar kebutuhan peralatan medis serta penambahan ruang rawat inap segera diselesaikan,” harapnya.

Peningkatan beberapa fasilitas agar semakin dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. “Sudah kita koordinasikan pada Pemerintah Daerah agar segera mengatasi kekurangaan tersebut. Sehingga pelayanan masyarakat dapat terpenuhi, apalagi Puskesmas itu merupakan satu-satunya puskesmas terakreditasi,” pungkasnya. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Berita Terkini

Videos