Published On: Jum, Mei 25th, 2012

Pasca Mapolsek Senori Didatangi Warga, Kedua Pihak Saling Maaf

Share This
Tags

Penulis : Pito Suwarsono

SENORI

seputartuban.com – Pasca terjadinya pengeroyokan dengan korban Kanit Reskrim Polsek Senori Aiptu Prayitno pada Rabu (23/05/2012) siang kemarin, pada Kamis (24/05/2012) siang, kedua belah pihak yang berselisih paham tersebut berdamai.

Mediasi untuk meredam aksi lanjutan, yang dilakukan oleh sejumlah pihak tersebut, berlangsung di Mapolsek Senori pada kamis (24/05/2012) siang kedua belah pihak yang diwakili oleh Kepala Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, 2 warga dan seorang anggota Polsek Kedewan, Bojonegoro, saling meminta maaf atas kejadian yang membawa korban luka seorang Polisi tersebut.

Proses perdamaian tersebut diawali oleh Kepala Desa Wonocolo, Jasmin, yang meminta maaf kepada petugas Polsek Senori yang menjadi korban pengeroyokon puluhan warga, saat terjadi aksi protes di Kantor Security Pertamina, Desa Banyu urip, Kecamatan Senori, Tuban, rabu siang kemarin.

Permintaan maaf Jasmin juga langsung disambut oleh Kapolsek Senori, AKP Benu Hamzah, yang juga meminta maaf kepada warga, atas tindakan anggotanya yang mungkin menyakiti dan menyinggung perasaan warga yang sedang melakukan aksi protes terkait tuntutan pekerjaan kepada Kepala Security Pertamina tersebut.

Kapolsek Senori, AKP Benu Hamzah saat dihubungi melalui ponselnya mengatakan, saat ini kondisi di Senori sudah relatif aman, dan kondusif. Benu juga memastikan jika kejadian tersebut memang spontan dan tidak disengaja, sehingga memicu ratusan warga Desa Wonocolo, Desa Kawengan, Kecamatan Kedewan, Bojonegoro dan warga Desa Banyu urip, Kecamatan Senori, Tuban sempat mendatangi Mapolsek Senori dan menuntut kepada Kanit Reskrim Polsek Senori Aiptu Prayitno untuk meminta maaf kepada warga.

“Proses perdamaian berlangsung aman, tidak ada kendala, kami juga minta maaf kepada warga jika kami melakukan kesalahan,” ucapnya.

Seperti diberitakan oleh seputartuban.com sebelumnya, kejadian tersebut berawal saat Kanit Reskrim Polsek Senori Aiptu Prayitno dan Bripka Erik, sedang melakukan pengamanan saat puluhan warga tiga desa tersebut, melakukan aksi protes di Kantor Pertamina, Desa Banyu urip, Kecamatan Senori, Tuban.

Saat itu Aiptu Prayitno ditawari minuman jenis arak oleh Darsono (25). Tawaran itu disambut dengan menerima miras, namun oleh Prayitno minuman di dalam botol mineral tersebut disiramkan ke wajah pemuda tersebut.

Tidak terima atas perlakuan Aiptu Prayitno, sejumlah warga akhirnya tersulut emosinya dan mengeroyok Aiptu Prayitno hingga babak belur, namun untungnya Aiptu Prayitno berhasil meloloskan diri dari aksi pengeroyokan tersebut dan melarikan diri bersama Bripka Erik.

Tidak berselang lama usai kejadian tersebut, sekitar 200 sepeda motor dari warga ketiga desa mendatangi Mapolsek Senori untuk menjelaskan duduk persoalanya. Dan meminta Kanit Reskrim meminta ma’af kepada warga.

Kapolsek Senori, AKP Benu Hamzah yang menemui warga meminta agar warga kembali kerumahnya masing-masing, serta menyampaikan permohonan ma’af. Mendengar penjelasan tersebut ratusan warga menerima namun tetap meminta agar dipertemukan dengan Kanit Reskrim. Akhirnya disepakati pihak warga akan dipertemukan lagi di Mapolsek pada Kamis (24/05/2012).

Kondisi tersebut sempat membuat jajaran Polres Tuban ekstra serius untuk melakukan pengamanan. Pasalnya Mapolsek didatangi ratusan massa dengan emosi dapat saja terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga pasukannya disiagakan.

Diantaranya Dalmas Polres, Kanit Provost Polres beserta anggotanya, Kasat Reskrim,  personil dari Polsek Bancar, Polsek Parengan, Polsek Kenduruan, Polsek Montong, Polsek Jatirogo, Polsek Singgahan, dan Polsek Bangilan.

Foto : Kondisi Mapolsek Senori Rabu (23/05/2012) malam

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos