Published On: Sel, Jul 1st, 2014

Panitia Deklarasi Nahdliyin Palang Diperiksa Panwaskab

Share This
Tags

TUBAN

MASIH DIDALAMI : Kartaji saat diperiksa di Kantor Panwaskab Tuban, Selasa (1/7/2014)

MASIH DIDALAMI : Kartaji saat diperiksa di Kantor Panwaskab Tuban, Selasa (1/7/2014)

seputartuban.com – Panitia Pengawas Kabupaten (Panwaskab) Tuban memanggil panitia pelaksanaan deklarasi Nahdliyin (warga Nahdlatul Ulama) dukung Prabowo-Hatta, Selasa (1/7/2014). Dalam acara yang dilaksanakan pada, Sabtu (28/6/2014) di Gedung Muhammadiyah Kecamatan Palang lalu, Panwas mendapati amplop warna putih berisi uang yang dimasukkan dalam kotak roti peserta deklarasi.

Kartaji (49), warga Desa Karangagung, Kecamatan Palang, Tuban panitia Deklarasi diperiksa selama hampir 3 jam. Ketua Panitia ini ditanya terkait adanya temuan Panwaskab ini. Karena jika benar adanya, diduga telah melakukan politik uang dan melanggar ketentuan.

Kepala Divisi Penindakan dan Penanganan Pelanggaran Pemilu Panwaslu Tuban, Edy Toyibi menjelaskan pemeriksaan Kartaji karena cara deklarasi tersebut sudah masuk kategori kampanye. Indikasinya adalah penggerakan masa untuk diajak melakukanpemenangan salah satu pasangan Calon Pilpres. Penyampaian visi dan misi hingga penggunaan alat peraga.

UANG DEKLARASI : Edy Toyibi menunjukkan bukti berupa roti, amplop putih dan uang tunai Rp. 50 ribu

UANG DEKLARASI : Edy Toyibi menunjukkan bukti berupa roti, amplop putih dan uang tunai Rp. 50 ribu

Seperti yang tertera dalam UU RI nomor 42 tahun 2008 tentang kampanye. Dalam pasal 41 disebutkan bahwa larangan memberikan uang, barang, material lainnya kepada peserta kampanye. “Kalau ancamannya tertera dalam pasal 215 dengan denda 6 bulan penjara atau paling lama 24 bulan. Dalam PKPU nomor 16 tahun 2014 tentang pilpres, juga dilarang money politik,”Kata Edy.

Dalam pemeriksaan awal ini belum dapat dipastikan apakah temuan ini masuk pelanggaran atau tidak. Karena masih membutuhkan keterangan tambahan dari saksi lain. Yakni asal uang yang diberikan kepada peserta deklarasi tersebut. “Dugaan itu money politik. Uang Rp 50 ribu dalam kotak jajan seharusnya-kan bisa diberikan diluar acara atau di rumah,“ imbuhnya.

Kartaji saat dikonfirmasi usai diperiksa menegaskan uang yang dibagikan tersebut adalah uang pribadinya, bukan dari tim sukes Capres nomor urut 1. Dia juga menolak dikatakan politik uang, karena dia mengumpulkan kerabat dan koleganya. “Ada 178 undangan datang. Kami bukan Banser seperti yang dikatakan orang  itu , bukan itu. Kalau memang perlu keterangan lagi, saya siap datang,“ katanya tegas. HANAFI

Facebook Comments

About the Author

Displaying 2 Comments
Have Your Say
  1. mas wowo berkata:

    itu bukan mony politik pakbos wong dikon kumpul.nek radiwenei ganti rugi sopo seng gelem.ra ngerti wong kampung ae.makane blusukan ..

  2. jolodot berkata:

    wow….duit pribadi..?