Published On: Rab, Mar 2nd, 2016

Pangdam V/Brawijaya Akan Pecat Anggota Terlibat Narkoba

BANGILAN

Pangdam V Brawijaya, Mayor Jendral TNI Sumardi saat dilokasi panen raya jagung kawasan Kecamatan Bangilan

Pangdam V Brawijaya, Mayor Jendral TNI Sumardi saat dilokasi panen raya jagung kawasan Kecamatan Bangilan

seputartuban.com – Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) V/Brawijaya, Mayor Jendral TNI Sumardi, memerintahkan kepada Perwiranya agar menjauhi Narkoba. Sebagai pengguna, pengedar dan apalagi sebagai Bandar. Ditegaskan jika prajuritnya tersangkut Narkoba hukumanya akan dipecat.

Di sela-sela acara Panen Raya Jagung, di petak 29 E Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Tawun, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bahoro, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jatirogo, pada selasa (3/3/2016) pagi. Panglima Kodam (Pangdam) menyampaikan akan memberikan sanksi tegas, berupa pemecatan bagi prajuritnya yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. “Apabila dia (prajurit) sudah terkena narkoba, maka dia tak bisa menjadi prajurit TNI, hukuman tambahan dipecat tanpa toleransi,” tegasnya.

Sebaliknya apabila para Prajurit maupun PNS dalam satuan komandonya dapat menangkap kasus Narkoba, maka Kodam V/Brawijaya akan memberikan penghargaan. Untuk itu para satuan Kodim diharapkan harus dapat memanfaatkan kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) atau pemberantas Narkoba.

Pangdam pun telah memerintahkan jajaranya untuk melakukan pengecekan rutin terhadap struktur divisi yang dipimpinnya. Upaya ini akan terus dilakukan secara terus-menerus untuk pembersihan TNI dari oknum nakal. “Sejak akhir 2015, Panglima TNI AD sudah menginstruksikan, dan saya perintahkan kepada semua Kodim untuk melakukan pembersihan di tubuh masing-masing,” ujarnya.

Kegiatan tes urine merupakan bentuk salah satu kegiatan dalam komitmen agar para anggota TNI terhindar dari Narkoba. Dia menyampaikan, selain instruksi Panglima TNI tes urine memang rutin dilakukan setahun sekali kepada seluruh perwira. “Pokoknya kita melaksanakan tes urine secara insidental dan mendadak tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, paling tidak setahun sekali,” sambungnya.

Sumardi menginstruksikan agar terus dilakukan pembersihan secara rutin. Bila ada yang berhasil melakukan pembersihan, maka diapresiasi. Namun bila ada oknum yang terlibat, maka komandanya akan ikut bertanggungjawab untuk menyelesaikannya. “Bagi yang berhasil, memperoleh, mengungkap itu prestasi. Tapi bila ada yang tertangkap maka komandannya pun akan bertanggungjawab,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya, TNI Angkatan Darat (AD) telah memecat anggota yang bertugas di satuan Kodam V/Brawijaya. Alasannya, karena terbukti mengonsumsi narkotika. Yakni, Serka Didik Afandi yang bertugas di Kodim 0827/Sumenep Korem 084/Bhaskara Jaya mendapat sanksi pemecatan atau pemberhentian dengan tidak hormat. “Tanggal 17 Pebruari kemarin kita sudah melakukan sidang pemecatan,” pungkasnya. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author