Published On: Ming, Feb 28th, 2016

Panen Dini Solusi Kurangi Kerugian Petani

PLUMPANG

BERENDAM : Petani memanen dini padinya yang terendam agar tidak semakin rugi

BERENDAM : Petani memanen dini padinya yang terendam agar tidak semakin rugi

seputartuban.com – Luapan sungai Avoor Kuwu yang terus meningkat 385 Hektar tanaman padi petani di Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban, terendam. Untuk mengurangi kerugian makin banyak, petani memanen dini tanaman padinya. Hal itu dilakukan petani di Desa Plandirejo, Desa Sambongrejo dan Desa Bandungrejo.

Data yang diterima seputartuban,com menyebutkan di Kecamatan Plumpang luas tanaman padi 5.140,5 hektar. Sedangkan yang terdampak luapan sungai avoor itu seluas 386 hektar. Hampir 2 minggu terakhir para petani memanen dini tanamanya.

Meski ditengah rendaman banjir, petani tetap menanen padinya. Dengan cara membawa hasil padi dari sawah ke pinggir sawah menggunakan batang pohon pisang yang disusun. Saat dipinggir jalan baru dirontokkan, akibatkan kwalitas padi menurun tidak seperti saat dipanen pada usia seharusnya dalan dalam kondisi kering.

“Sebenarnya, umur padi ini belum memasuki cukup usia untuk dilakukan pemanenan. Karena khawatir merugi dan padinya membusuk akibat terlalu lama tergenang, jadi seluruh petani memanen dini padinya,” Hardi, salah satu petani, Sabtu (27/2/2016).

SEMANGAT : Para petani saat merontokkan hasil panen padinya

SEMANGAT : Para petani saat merontokkan hasil panen padinya

Terpisah, Camat Plumpang, Sudarmaji mengatakan. Bahwa penyebab meluapnya sungai avoor sepanjang 18 Km tersebut karena sungai sudah mengalami pendangkalan.

“Ya antisipasinya harus dilakukan normalisasi sungai dari wilayah hulu hingga hilir, sehingga saluran ait dapat kembali normal karena volume sungai dapat menampung seluruh volume debit air saat curah hujan sedang tinggi,” katanya.

Menurutnya, sering melubernya sungai tersebut lantaran sungai diketahui mengalami pendangkalan mulai dari wilayah hulu yang terdapat di Kecamatan Rengel hingga hilir diwilayah widang serta pembangunan pengerjaan Jabung Reng Dyke yang hingga saat ini masih sengketa dengan warga.

hingga saat ini, pembangunan saluran air menuju bengawan solo yang tak kunjung terealisasikan itu menyebabkan genangan air tidak dapat mengalir dan hanya mengandalkan resapan tanah. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author