Published On: Sen, Des 21st, 2015

Padusan Londo Kerawak Telan Korban Dua ABG

MONTONG

Korban Kerawak : Kedua korban tenggelam di Sungai Kerawak saat akan di bawa ke Puskesmas Montong dengan menggunakan mobil patroli Sabhara Polsek Montong

Korban Kerawak : Kedua korban tenggelam di Sungai Kerawak saat akan di bawa ke Puskesmas Montong dengan menggunakan mobil patroli Sabhara Polsek Montong

seputartuban.com – Dua anak baru gede (ABG) yang lagi menikmati liburan bersama, Minggu (20/12/2015), pukul 14.00 WIB tenggelam di sungai Kerawak, Desa Guwoterus, Kecamatan Montong. Di kawasan Padusan Londo, begitu warga sekitar menyebutnya.

Awalnya 2 pasangan ABG menikmati liburanya di sungai kerawak. Mereka menyusuri ke wilayah hilir hingga ke Padusan Londo. Medan yang sulit dan jarak lumayan jauh dari lokasi utama sumber air.

Saiful (17), Warga Desa Hargoretno, Kecamatan Kerek bersama Chamim (16), warga Dusun Grogol, Desa Pucangan, Kecamatan Montong. Serta Fitri (15) dan Cima (16), kakak adik asal Desa Trantang, Kecamatan Kerek menyusuri sungai menuju Padusan Londo. Sebuah kawasan sungai kerawak yang memiliki kedalaman sungai hingga 10 meter lebih.

Kejernihan air membuat Saiful mandi dipinggiran. Sedangkan Chamim juga bersiap-siap menyusul rekanya tersebut. Namun dia terpeleset hingga tercebut disungai. Panik dan tidak dapat berenang membuatnya makin tenggelam. Saiful sempat berupaya menolong, namun keduanya justru makin tenggelam.

Fitri dan Cima melihat keduanya nyaris tenggelam berupaya menolong. Dengan mengulurkan batang kayu yang ditemukan disekitar lokasi. Namun karena keduanya makin ke tengah dan sungai makin dalam, upaya itu tidak membuahkan hasil. Karena kayu yang diulurkan tidak dapat diraih kedua korban.

Mengetahui kedua temanya tenggelam, kedua remaja itu kemudian meminta tolong kepada warga. Angga (18), warga Dusun Manunggal, Desa Guwoterus salah satu yang membantunya. Saiful ditemukan dalam keadaan mengapung, sedangkan Chamim ditemukan di dasar sungai dalam kondisi terbalik.

“Kedua saksi meminta tolong pengunjung lain, dan korban ditemukan sudah meninggal dunia,” ungkap Kapolsek Montong, AKP Sidik Heri Bowo.

Keduanya masih mengenakan celana panjang dan telanjang dada. Sedangkan kedua hidung korban diketahui penuh lumpur. Menurut warga sekitar, jasad Chamim saat ditarik terasa berat. Bahkan berusaha lebih ekstra agar dapat membawanya ke permukaan air.

Setelah ditemukan, kedua jasad korban dibawa ke Puskesmas Montong. Isak tangis histeris keluarga mewarnai pemeriksaan jasad korban di UGD Puskesmas Montong. “Awalnya ditepi suangi dan kondisi tebingnya curam,” jelasnya.

Sepekan sebelumnya, pemuda asal Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan saat memancing di kawasan Sungai Kerawak mengalami patah tulang. Karena pundaknya tertimpa batang pohon.

Sedangkan Senin (31/8/2015) pagi seorang pria ditemukan temanya tewas dalam kondisi kepala terbenam dalam lubang sumber air. Kelompok itu ditinggal korban saat malam hari dan mengetahui sudah meninggal pagi harinya. Saat evakuasi dilakukan kepala korban sulit dikeluarkan dari lubang sumber air. Bahkan harus membuat lubang lebih besar pada sumber air agar korban dapat dievakuasi.

Hingga kini juga belum diketahui penyebab pasti korban meninggal. Karena jika kepala dapat masuk ke dalam lubang sumber air, mestinya juga mudah dikeluarkan. Namun itu seolah masuk saja tidak cukup, tapi buktinya kepala korban terbenam dalam sumber air. Rofiq/Muhaimin

Facebook Comments

About the Author