Published On: Rab, Nov 14th, 2012

Pabrik Pengolahan Tanah Merah Di Merakurak Dihentikan

Share This
Tags

Penulis : Muhaimin

MERAKURAK

seputartuban.com – Keberadaan 3 pabrik pengolahan tanah merah di Desa Tuwiri Kulon, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban disoal warga. Akibatnya para pengusaha ini dipanggil di Kantor Kecamatan Merakurak, Rabu (14/12/2012) untuk dilakukan pembicaraan terkait polemik warga dan tidak memiliki ijin pertambangan.

Hasil pantauan seputartuban.com dalam pertemuan diruang Camat Merakurak ini terungkap, terdapat 3 lokasi pengolahan tanah merah. Masing-masing milik Maksum, warga Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban. Warjo, warga Desa Senori, Kecamatan Merakurak. Dan satu lainya milik Edi Sutikno.

Dipastikan milik Maksum dan Warjo belum mengantongi ijin gangguan lingkungan (HO) dan Ijin usaha pertambangan. Dan salah satunya sejak sekitar 2 tahun lalu pabrik ini sudah beroperasi meski belum mengantongi ijin.

Camat Merakurak,Sugeng Winarko mengatakan hasil pertemuan ini adalah pabrik diharuskan berhenti beroperasi terlebih dahulu sambil menunggu pertemuan dengan warga desa sekitar. Dan dalam pertemuan yang melibatkan pengusaha, pemerintah desa, dan warga ini baru diputuskan apakah behenti dahulu sambil mengurus ijin. Atau tetap beroperasi sambil mengurun ijin di Pemkab Tuban.

“Kita akan adakan pertemuan di Mushola Tegal Mojo. Sambil mengurus HO, warga ditawari pabrik mau apa tidak,” katanya.

Dalam pertemuan ini hanya dihadiri 2 pengusaha, Kepala Desa Tuwiri Wetan, BPD Desa Tuwiri Kulon, Camat Merakurak dan Kapolsek Merakurak. Dan dalam pertemuan ini juga terungkap para pengusaha ternyata sudah membayar pajar secara rutin.

Foto : Pertemuan digelar diruang kerja Camat Merakurak

Facebook Comments

About the Author