Published On: Rab, Jan 18th, 2017

Otak Pembunuh “Spionase Polisi” Divonis Mati

seputartuban.com, TUBAN – Otak pembunuh Ahmad Gilang Ramadhan (17), pemuda yang dituduh sebagai mata-mata Polisi asal Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban. Selasa, (17/1/2016) pagi divonis Hukuman mati. Oleh hakim Pengadilan Negeri Tuban.

DIVONIS BERAT : Ketiga terdakwa pembunuhan saat menjalani persidangan dengan agenda vonis hakim di Pengadilan Negeri Tuban, Selasa, (17/1/2016).

Mereka adalah Sigit Lisan Budi santoso (26), warga jalan Pahlawan, Gang Selorejo, RT.04 RW.03, Kelurahan Gedogombo, Kecamatan Semanding ini. Ia divonis hukuman mati karena terbukti sebagai pelaku utama atas perkara tersebut.

Terdakwa lainya bernama Sandi Purnawan (24), warga Desa Tlogowaru, Kecamatan Merakurak, ia divonis 18 Tahun penjara. Sedangkan Aris Afrian Fajar (22), warga kelurahan Baturetno, Kecamatan Tuban, dian divonis menjalani masa pidana selama15 Tahun.

Dalam persidangan, mereka terbukti melakukan pembunuhan berencana yang dilakukan pada Jumat (22/7/2016). Sekitar pukul 01.00 WIB lalu diarea persawahan turut wilayah Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.

“Vonis ini berdasarkan surat Nomor : 481/Pid.B/2016/PN TBN,” terang Ketua Majelis Hakim, Donovan Akbar Kusuma Bhuwono usai memimpin sidang di Pengadilan Negeri Kabupaten Tuban, Selasa (17/1/2017) siang.

Menurutnya, vonis tersebut diberikan terhadap pelaku berdasarkan pertimbangan Hakim Ketua, Hakim Anggota, Jaksa Penuntut Umum, dan Penasihat hukum.

Putusan tersebut sudah memenuhi unsur keterpenuhan putusan hukum dan terbukti telah melakukan pembunuhan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 340 KUHP dan Pasal 388 KUHP.

Masa sidang pembacaan tututan hingga pembacaan vonis tersebut sudah berlangsung selama 5 Kali. Yakni sejak dilangsungkanya sidang pertama pada Kamis, (8/12/2016) lalu. Kini, putuskan hukuman atas tindakan kejahatan ketiganya sudah dibacakan dan tinggal menjalani proses hukuman. “Sampai saat ini dari pihak terdakwa belum ada upaya untuk mengajukan banding,” pungkasnya.

Diketahui, bertindak sebagai Hakim Ketua Majelis, Donovan Akbar Kusuma Bhuwono, Sh Mh. Hakim Anggota yakni Parella De Ezperanza, SH. Beserta Kiki Yusritian Sh Mh. Sedangkan bertindak sebagai Panitera ialah Gutomo. Jaksa Penuntut Umum, Yuniati Undarti Sh Mh. Kuasa Hukum Terdakwa, Vevy Yulistian, SH.

Ketiganya membunuh korban karena tidak terima setelah salah satu kerabatnya diamankan Polisi karena terlibat peredaran obat terlarang. Korban dituduh sebagai spionase atau mata-mata Polisi.

Korban meninggal dunia setelah ditusuk sebanyak 5 kali, yakni 2 tusukan dibagian punggung dan 3 tusukan dibagian dada korban. Mengetahui korbanya terkapar bersimbah darah, terdakwa menyiramkan bensin pada tubuh korban kemudian membakarnya hidup-hidup. ARIF AHMAD AKBAR

Berita sebelumnya : http://seputartuban.com/dituduh-jadi-spionase-anak-ini-ditusuk-dan-dibakar-hidup-hidup/

Facebook Comments

About the Author