Published On: Jum, Jan 15th, 2016

Orang Tua Resah, Sekeluarga Diduga Kuat Direkrut Gafatar Sejak 2012

PALANG

BERHARAP KEMBALI : Sunarko (54) dan Tatik Murdiarti (49) menunjukkan foto anak beserta menantu dan cucunya yang meninggalkan rumah 3 bulan lalu. Dia menduga karena kepergianya akibat direkrut menjadi anggota Gafatar

BERHARAP KEMBALI : Sunarko (54) dan Tatik Murdiarti (49) menunjukkan foto anak beserta menantu dan cucunya yang meninggalkan rumah 3 bulan lalu. Dia menduga karena kepergianya akibat direkrut menjadi anggota Gafatar

seputartuban.com – Setelah hilang kontak 3 bulan, baru diketahui anak bersama menantu dan cucunya diduga kuat menjadi anggota Gerakan Fajar Nusntara (Gafatar). Organisasi yang dilarang pemerintah karena dianggap menyimpang.

Sunarko (54) dan Tatik Murdiarti (49), warga perumahan Tasikmadu, Jalan Cendana III, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, melapor ke Polisi setelah menemukan dokumen Gafatar. Yakni formulir kesiapan menjadi anggota organisasi itu dari lemari. Selain itu juga Kartu Tanda Anggota tercatat sejak tahun 2012.

Patria Budi Setyawan (30), mengajak istrinya Wulansari (28) dan anaknya Jesica Aprilia Setyawardani (5) pergi dari rumah 3 bulan lalu. Pasca itu sudah tidak dapat dihubungi lagi. Sesuai denga cerita sebelum kejadian dan dokumen yang ditemukan, diduga kuat anak dan menantunya telah direkrut Gafatar.

BUKTI : Inilah dokumen Gafatar yang masih tertinggal dirumah

BUKTI : Inilah dokumen Gafatar yang masih tertinggal dirumah

Sunarko didampingi istrinya saat ditemui dirumahnya, Kamis (14/1/2016) menceritakan kisah yang membuatnya sangat kehilangan itu. Menantunya Mualaf menikahi anaknya (Wulansari) pada 2009. Hingga saat Patria bekerja sebagai bagian distribusi oli pelumas kendaraan wilayah edar kawasan Lamongan.

Setelah akrab dengan rekan kerjanya itu, sikapnya mulai berubah. Nampak lebih pendiam, jarang bergaul dengan orang lain termasuk dengan keluarganya. Dia diketahui sering pergi ke Lamongan seminggu sekali untuk bertemu kenalanya itu.

“Pernah temanya anak saya itu diajak kerumah dan membuka laptopnya. Menunjukkan lapangan pekerjaan dan menyodorkan formulir keanggotaan yang sama ke kami. Tapi karena kerjaanya di Kalimantan sehingga tawaran itu kami tolak karena,” ungkapnya.

Hingga 3 bulan lalu, Patria mengajak istri dan anaknya pergi dari rumah. Pihak keluarga sudah meyakinkan agar mereka tidak pergi, namun saran itu diabaikan. Setelah sholat isya’ mereka tetap pergi karena mengaku sudah dijemput temanya dengan menggunakan mobil didepan gang rumah.

Saat itu mereka mengatakan akan pergi ke Kabupaten Mempawa, wilayah Kalimantan Barat. Untuk mengelola pertanian dan peternakan. Serta berjanji akan menghubungi keluarga setibanya dilokasi.

Awalnya komunikasi antara orang tua dan anak tersebut melalui Ponsel masih lancar saja. Namun setelah sebulan, mulai kehilangan komunikasi dengan mereka. Karena sudah tidak dapat dihubungi lagi hingga saat ini. “Pada waktu itu dia memberitahu bahwa disana akan bekerja disebuah perkebunan sawit dan peternakan,” imbuh Sunarko.

Keluarga ini mulai curiga anaknya direkrut organisasi terlarang, setelah ramai diberitakan media aktivitas Gafatar yang menyimpang. Ciri, seragam maupun identitas lain yang diberitakan terkait organisasi itu juga dimiliki anaknya.

Diantaranya tidak mau sholat dan puasa. Bahkan mukena dan Al Qur’an sudah diberikan keluarga lainya sebelum kepergian keluarga muda itu. Selain itu logo, KTA dan kertas yang berhubungan dengan Gafatar juga dimiliki menantunya.

Keluarga yang tinggal di rumah nomor 23 RT 08 RW 03 itu sangat berharap menantu, anak dan cucunya kembali ke rumah dan tidak terlibat dengan organisasi terlarang apapun. Serta berharap Polisi membantunya agar keluarganya utuh seperti semula. “Saya berharap cucu, anak dan menantu saya semuanya pulang kerumah,” tutur Sunarko dengan berlinang.

Gafatar didirikan pada 2011 dan dibubarkan pada 2015 setelah tidak mendapat Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dan Kementrian Hukum dan HAM RI. Awalnya organisasi ini bersifat sosial, namun belakangan dianggap menyimpang oleh pemerintah.

Karena memiliki ajaran yang dianggap tidak sesuai. Diantaranya menurut Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, menilai inti ajaran Gafatar adalah akan menyatukan agama-agama Ibrahim, yakni Islam, Yahudi, dan Kristiani. Selain itu belakangan diberitakan beberapa orang menghilang dari rumahnya karena diduga kuat direkrut menjadi anggota Gafatar dari berbagai kawasan di Indonesia. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author