Published On: Jum, Jul 29th, 2016

Orang Mati Bisa Ngurus Surat Tanah Gaji

TUBAN

seputartuban.com – Warga Desa Gaji, Kecamatan Kerek, Kabupaten yang tergabung dalam Forum Masyarakat Gaji (FMG) mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tuban. Mereka meminta agar BPN melakukan cek data tanah yang menjadi sengketa dengan PT Semen Indonesia.

SINDIRAN : Warga Desa Gaji memberikan hadiah keranjang kepada DPRD Tuban dalam aksi unjuk rasa protes sengketa tanah

SINDIRAN : Warga Desa Gaji memberikan hadiah keranjang kepada DPRD Tuban dalam aksi unjuk rasa protes sengketa tanah

Warga saat mengajukan permohonan sertifikat tanah, ditolak karena tanah warga sudah diajukan ukur bidang oleh PT Semen Indonesia. Menurut warga, nama-nama pemilik tanah dalam peta bidang itu fiktif. Yakni diantaranya nama dan lokasi tanah tidak sesuai buku C desa, bahkan saat pengajuan nama pemilik tanah yang digunakan merupakan nama orang yang sudah lama meninggal dunia.

Seperti halnya hasil cek data yang dimiliki oleh PT. SI dalam letter C 11143 persil 31a/S.II atas nama Kasboe tetapi kenyataannya dalam letter C 1469a/S.III luas kurang lebig 4.260 ha atas nama Tamoedji. Bahkan ada juga dalam pengajuan ukur bidang atas nama Dariyo, tetapi yang bersangkutan sudah meninggal sejak tahun 1974. “Kita heran, kenapa orang yang meninggal bisa mengajukan ukur bidang, BPN Tuban luar biasa,” ujar koordinator aksi, Abu Nasir dalam orasinya didepan kantor BPN, Kamis (28/7/2016).

KESAL : Warga Desa Gaji saat melakukan aksi blokir jalan di depan Kantor BPN Tuban

KESAL : Warga Desa Gaji saat melakukan aksi blokir jalan di depan Kantor BPN Tuban

Dalam aksi itu tidak ada satupun pejabat BPN Tuban yang menemui warga. Permintaan pengunjuk rasa agar ditemui di luar kantor tidak dipenuhi sama sekali. Warga menolak perwakilanya diminta masuk untuk bertemu di dalam kantor. Warga yang emosi sempat melakukan aksi blokir jalan. Menyebabkan kendaraan yang melintas di jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo itu sempat terhehenti. “Kita tidak mau kalau yang menemui staf, karena jawabannya tidak pasti dan tidak akan ada kesepakatan,” ujar Abu Nasir.

Sebelumnya, warga juga mendatangi Kantor DPRD Tuban. Wakil rakyat mendapat sindiran dengan memberikan hadiah sebuah keranjang. Yang artinya lebih baik mereka merumput saja dari pada jadi anggota dewan yang tidak dapat membantu masyarakatnya. Hadiah sindiran tersebut diterima Kabag Umum, Susilo Murti. Warga sempat ditemui anggota Komisi A, M Fuad dan memberikan jawaban normatif. “Aspirasi kalian semua akan kita sampaikan kepada pimpinan dewan,” kata Fu’ad. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author