Published On: Rab, Apr 27th, 2016

Omzet Rp. 300 Juta, Budidaya Benur Tembus Luar Pulau

PALANG

seputartuban.com – Daerah pesisir Kabupaten Tuban menjadi lahan strategis untuk budidaya Benur atau Anak Udang. Kondisi tersebut dimanfaatkan, Budi Santoso (40), warga Desa Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Dia berhasil budidaya benur jenis Vannamei dan laris dipasaran hingga luar pulau.

BERKEMBANG : Budidaya Benur sangat potensial hingga berhasil mendapatkan omzet ratusan juta rupiah

BERKEMBANG : Budidaya Benur sangat potensial hingga berhasil mendapatkan omzet ratusan juta rupiah

Budi menceritakan awalnya dia hanya menyewakan tempat dihalaman rumahnya saja untuk dipakai budidaya benur. Dia melihat ini menjadi sangat potensi untuk dikembangkan, hingga akhirnya dia memberanikan diri untuk memulai usaha itu. “Sebelumnya saya pinjamkan halaman rumah saya untuk dipakai budidaya Benur,” katanya, Selasa (26/4/2016).

Berkat ketekunan dan gigih mengembangkan jaringan bisnisnya, dia dapat bertahan hingga terus berkembang. “Melalui jaringan dan kepercayaan, serta ketelitian dan kedisiplinan yang menjadikan usaha saya terus berkembang besar,” ungkap Budi.

Dalam berbudidaya Benur dibutuhkan ketekunan dan keseriusan. Mulai dari penyesuaian suhu kolam harus diatas 20 derajat celcius dan dibawah 27 derajat. Kebersihan tempat, penyesuaian kadar garam air, pakan, vitamin dan suplai oksigen juga sangat diperhatikan. Bahkan dalam pemberian pakan harus teratur, setiap 4 Jam sekali Benur harus diberi pakan.

Bapak dua anak itu menyampaikan, saat musim pancaroba atau perubahan musim, sangat dibutuhkan perawatan yang ekstra. Karena spesies tersebut hanya bisa bertahan pada suhu tertentu. “Saya hanya bisa memanen maksimal 80 persen saja, Benur rawan mati apalagi saat perubahan musim seperti ini, butuh perawatan ekstra. Bisa memanen 60 persen sudah bagus,” jelas Budi.

Saat cuaca mendukung atau hujan, dalam 15 hari dia bisa memanen sekitar 700 ekor Benur per-kolamnya. Namun saat cuaca ekstrim, dirinya hanya bisa memanen 300 ekor Benur. Dari 30 kolam miliknya dia mampu peroleh pendapatan kotor hingga Rp. 300 juta per bulannya.

Kini usaha Budi sudah mulai berkembang. Bahkan sudah mencapai pasar luar pulai. “Paling banyak saya lempar ke Bojonegoro. Pembeli lokal Tuban, juga cukup banyak. Paling jauh hingga sampai kalimantan,” pungkasnya. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author