Published On: Sen, Des 23rd, 2013

Ombak Tinggi Tangkapan Ikan Menurun, Nelayan Meradang

Share This
Tags

JENU

seputartuban.com – Nelayan warga Desa Temaji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban terpaksa harus pulang lebih awal saat melaut. Karena kondisi cuaca ekstrim membahayakan keselamatan mereka saat dilaut. Sehingga para nelayan pulang lebih awal dari biasanya. Dampaknya ikan hasil tangkapan mereka juga menurun.

MERADANG : Kondisi perahu disekitar Terminat Wisata Tuban (TWT) ditambatkan nelayan. Karena kondisi cuaca ekstrim, nelayan pulang lebih awal saat melaut

MERADANG : Kondisi perahu disekitar Terminat Wisata Tuban (TWT) ditambatkan nelayan. Karena kondisi cuaca ekstrim, nelayan pulang lebih awal saat melaut

Biasanya saat melaut membutuhkan waktu hingga 2 sampai 3 hari, namun saat ini hanya sehari, yakni berangkat pagi dan sore harinya sudah pulang. Sulahuddin (41), warga desa setempat, saat dikonfirmasi usai menambatkan perahunya, Minggu (22/12/2013) mengatakan bahwa setiap kapal atau perahu berisi sekitar 15 orang. Biasanya melaut selama 2 sampai 3 hari. Dikarenakan ombak besar, dia hanya melaut dengan jauh 10 KM dari bibir pantai.

Hal ini membuat nelayan merugi berlipat. Kerugian bahan bakar, yang seharusnya sekali berangkat selama 2 hari, hanya sehari harus pulang. Kerugian bahan umpan ikan, apabila sekali berangkat tidak dipergunakan untuk umpan, maka akan membusuk.

Tidak hanya itu, angin laut berhembus dari barat daya. Membuat laju kapal sangat lamban. Hal ini juga menyebabkan sedikitnya ikan tangkapan. Menurutnya, musin angin ini biasanya ikan akan mencari perlindungan dari ganasnya ombak dan angin. Sehingga sangat sulit untuk ditangkap.

“Kalau disini (blakang TWT) ombaknya kena pemecah ombak dulu. Jadi ombaknya tidak kena kapal. Kalau di rumah (desa setempat) kapal akan terbawa ombak. Kerugian kita hampir 50%. Umpama modal Rp. 30 juta, ikan hanya laku Rp. 15 juta, karena hanya 1 hari, ” katanya.

Ditanya harga ikan, rata-rata naik sekitar Rp. 2.000 sampai Rp. 5.000 per-Kg nya. Seperti ikan tengiri, ikan tongkol, ikan dorang, ikan trucut, ikan memes dan sejenisnya. Kenaikan ikan banyak disebabkan dari sedikitnya hasil tangkapan nelayan. Serta mahalnya biaya operasional yang harus dikeluarkan. “Kalau 1 kapal dapat ikan sebanyak 1 ton, kita dapat bagian setiap orang Rp. 125 ribu. Labanya yang menghitung yang punya kapal,  ” tambahnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Tuban, M. Amenan, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa cuaca ekstrim terjadi dikawasan pantai uatara bagian barat Kabupaten Tuban. Disebabkan adanya curah hujan dan angin yang berhembus dari barat daya.  “Memang cuacanya lagi tidak menentu. Kalau urusan ombak, biasanya nelayan sudah pintar.  Ikan naik (harga) masih kewajaran, belum terlalu tinggi, ” jelasnya.  (han)

Facebook Comments

About the Author