Published On: Sab, Jan 3rd, 2015

Nyaris Terseret Ombak Pantai Jenu

Share This
Tags

JENU

MASIH BERUNTUNG : Kondisi mobil saat dilakukan evakuasi dengan ditarik mobil lainya. Beruntung tidak sampai terendam seperti kejadian tahun lalu

MASIH BERUNTUNG : Kondisi mobil saat dilakukan evakuasi dengan ditarik mobil lainya. Beruntung tidak sampai terendam seperti kejadian tahun lalu

seputartuban.com – Pantai kawasan Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban mulai menjadi destinasi wisata warga Tuban maupun luar daerah. Baik saat hari biasa, akhir pekan ataupun saat hari libur panjang.

Jumat (02/01/2015), kawasan pantai disebelah barat Terminal Wisata Tuban (TWT) ini dihebohkan dengan sebuah mobil isuzu panther Nopol S 1321 AG nyaris terendam air laut. Karena saat pasang, mobil yang berada dibibir pantai terjebak pasir yang bercampur air. Sehingga meski sudah berusaha dijalankan, mobil tetap saja tidak dapat bergerak.

“Pengunjung tersebut sudah diperingatkan oleh orang-orang sekitar sebelumnya. Dia tidak menghiraukan dan setelah mengetahui air laut mulai naik, baru pemilik akan meninggal tempat parkirnya roda mobil bagian depan ambles,” ungkap Kiftifar Sutomo, warga dilokasi kejadian.

Proses evakuasi sempat dibantu warga yang sedang berkunjung ditempat ini dengan cara didorong. Upaya ini tidak membuahkan hasil, karena mobil tetap berada ditempatnya. Sedangkan air laut terus pasang semakin membuat pemilik dan warga was-was.

Beruntung, salah seorang pemilik mobil 4 X 4 Daihatsu Taft membantu mengevakuasi dengan menarik mobil yang terjebak pasir ini. Sejak terjebak hingga dapat diamankan berlangsung sekitar 30 menit. Beruntung kejadian ini tidak sampai membuat mobil Panther terbenam, karena dapat diselamatkan.

Berbeda, setahun sebelumnya, Rabu (01/01/2014) kejadian serupa dialami Mobil Taft Nopol S 1768 AE, milik Solikin (48), warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Mobil ini juga terjebak pasir pantai dikawasan yang sama. Bahkan kondisinya lebih parah, karena mobil sudah terbenam hingga setinggi roda. Bahkan untuk mengevakuasinya hingga meminta bantuan mobil derek. Kondisi air pasang membuat mobil hingga ketengah sekitar 300 meter dari bibir pantai.

Kejadian serupa rawan terjadi dikawasan pantai ini, karena masih dikelola secara tradisional, faktor keamanan masih terabaikan. Padahal pengunjung mulai ramai memadati kawasan ini untuk menikmati laut maupun sejuknya pepohonan pantai. Selain itu biaya cukup murah, karena tidak dikenakan tiket masuk. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author