Published On: Jum, Sep 4th, 2015

Niatnya Menolong, Rumah Pensiunan TNI Ini Malah Disita Bank

PLUMPANG

JADI KORBAN: Puluhan aparat Polsek Plumpang bersiaga saat PN Tuban melakukan eksekusi  rumah Sudiyono di Desa Jatisari, Kamis (03/09/2015) siang.

JADI KORBAN: Puluhan aparat Polsek Plumpang bersiaga saat PN Tuban melakukan eksekusi rumah Sudiyono di Desa Jatisari, Kamis (03/09/2015) siang.

seputartuban.com-Air susu dibalas air tuba. Peribahasa kehidupan ini dalam konteks sekarang mungkin bisa diartikan menolong malah buntung. Itu pula yang harus diterima Sudiyono.

Purnawirawan TNI ini harus merelakan rumahnya di RT 01 RW 04 Dusun Parengan, Desa Jatisari, Kecamatan Plumpang, disita bank karena dianggap telah melakukan wanprestasi.

“Kasihan Pak Sudijono. Niatnya menolong saudaranya yang terlilit ekonomi, tapi malah dia sendiri menjadi korban.” kata Kepala Desa Jatisari, Solikin, di sela pelaksanaan eksekusi oleh Pengadilan Negeri (PN) Tuban yang berlangsung tanpa perlawanan, Kamis (03/09/2015) siang.

Solikin menjelaskan, Sudiyono sendiri saat eksekusi berjalan sudah terlebih dulu meninggalkan rumahnya. Dia memilih kontrak rumah di Tuban menjalani masa pensiun bersama keluarganya.

Menurut Solikin, karena disambati saudaranya yang bernama Kifni, tahun 2012 lalu Sudiyono mengajukan kredit ke Bank BTPN Babad dengan agunan rumah dan tanahnya di Dusun Parengan.

Pengajuan kredit Sudiyono di acc Rp 101 juta. Hanya seper sekian menit uang utangan itu berada di tangannya. Uang itu langsung diserahkan kepada Kifni yang mengaku sedang kepepet kebutuhan.

Singkat cerita angsuran kredit berjalan lancar. Tapi seiring waktu yang bergulir Kifni ingkar janji. Dia tak lagi mau mengangsur kreditan. Karena macet pihak bank kemudian mengirim surat tagihan kepada Sudiyono selaku penanggung jawab piutang.

Sudiyono terpaksa menanggung cicilan utang sampai beberapa ansguran. Padahal dia sama sekali tidak menggunakan sepeserpun uang dari bank tersebut.

“Setelah Pak Sudijono tidak mampu lagi membayar angsuran dan merasa tak menemukan solusi, akhirnya dia terpaksa merelakan rumah satu-satunya disita bank,” terang Solikin disamping sejumlah warga lainnya.

Dia mengimbuhkan, dalam kasus ini Kifni lah yang justru lari dari tanggungjawab. Padahal uang pinjaman dari bank itu dia yang menggunakannya. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author