Published On: Kam, Mei 14th, 2020

NGRR Tegaskan Lahan Perubahan Penlok Ada Revisi Amdal

seputartuban.com, TUBAN – Project Koordinator New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban, Kadek Ambarawa kembali memberikan penjelasan soal mencuatnya komentar dari sejumlah pihak atas mega proyek kilang minyak di wilayah Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur itu.

Dijelaskan bahwa proyek restorasi yang sedang berlangsung saat ini sudah sesuai ketentuan. Karena telah memiliki izin dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) 2017.

“Izin lingkungan telah dikeluarkan oleh KLHK pada tahun 2017 dan ini yang menjadi dasar pelaksanaan pekerjaan fisik di area Lahan KLHK. Termasuk restorasi yang bertujuan mengembalikan garis pantai lahan Ex-KLHK yang terabrasi oleh gelombang air laut seluas 20 Ha,” jelasnya.

Bahan sosialisasi Pertamina 2017

Terkait rubahnya lahan setelah Penetapan Lokasi (Penlok) terbaru, Kadek juga menegaskan saat ini tengah dilakukan studi Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Anda) dengan menggandeng lembaga yang diakui KLHK. Serta lokasi tersebut belum ada kegiatan proyek apapun hingga saat ini.

“Sementara terkait dengan Penlom dimana lokasi area proyek kilang yang mengalami perubahan dari Remen Mentoso ke Sumurgeneng, sudah mulai dilakukan Study Revisi Amdal mulai dari awal Mei 2020 oleh konsultan Amdal yang terakreditasi oleh KLHK. Untuk itu kami juga belum melakukan kegiatan fisik apapun dilahan selain lahan ex-KLHK,” tegasnya.

GRR juga telah menjalankan ketentuan review tiap 6 bulan sekali. “Sementara itu, sesuai ketentuan dalam AMDAL, GRR Tuban secara periodik per 6 (enam) bulan, Proyek GRR Tuban melakukan kegiatan RKL (Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup)/RPL (Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup),” ungkapnya.

Lingkup RKL memuat upaya-upaya mencegah, mengendalikan dan menanggulangi dampak penting lingkungan hidup yang bersifat negatif dan meningkatkan dampak positif yang timbul sebagai akibat dari rencana usaha dan/atau kegiatan.

“Kegiatan RKL/RPL sudah dilakukan oleh LPPM UNAIR (Akreditasi) pada Desember 2019 dan berlaku selama 6 (enam) bulan. Untuk tahun 2020, kegiatan RKL/RPL akan dilakukan mulai pertengahan Mei 2020 oleh LPPM UNAIR yang tertunda akibat adanya Pandemic Covid-19. Ini juga sebagai dasar pelaksanaan kegiatan fisik di lahan ex-KLHK,” pungkasnya.

Sebelumnya terkait hal ini sudah dikomentari Poros Hijau Indonesia dan Dinas Energi Sumberdaya Mineral (ESDM) Jawa Timur. Yang sudah diberitakan sebelumnya : Soal Amdal NGRR, Kadis ESDM Jatim Angkat Bicara dan Poros Hijau Indonesia Pertanyakan Proyek NGRR Tanpa Review Amdal . NAL

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos