Published On: Kam, Mar 12th, 2015

Nelayan Kabupaten Tuban “Dilarang” Melaut

TUBAN

MENURUN: Akibat nelayan mengalami masa paceklik membuat transaksi hasil laut di Pasar Baru Tuban ikut tak bergairah. (foto: WANTI TRI APRILIANA)

LESU: Akibat nelayan mengalami masa paceklik membuat transaksi hasil laut di Pasar Baru Tuban ikut tak bergairah. (foto: WANTI TRI APRILIANA)

seputartuban.com-Anomali cuaca di tengah makin meningkatnya intensitas hujan disertai potensi badai, membuat perairan laut wilayah utara Kabupaten Tuban berubah menjadi ekstrem dan tidak bersahabat dengan para nelayan.

Ganasnya laut yang terus meningkat sejak Desember tahun lalu Maret 2015 ini, membuat Pemkab Tuban mengeluarkan warning agar para nelayan tidak buru-buru miyang atau melaut.

“Mulai Desember hingga pertengahan Maret saat ini nelayan diimbau agar tidak melaut, karena situasinya sangat tidak bersahabat,” tegas Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tuban, Sunarto, saat ditemui di kantornya di Jalan Teuku Umar, Kamis (12/03/2015) pagi.

Dia menjelaskan, imbauan itu dilakukan mengingat saat ini gelombang di laut perairan Tuiban tengah mengalami pasang. Rata-rata tinggi gelombang mencapai empat meter. Situasi ini makin ganas angin berembus sangat kencang dari arah barat ke timur.

Sunarto juga menegaskan, imbauan tersebut tidak hanya ditujukan kepada para nelayan saja. Tapi juga berlaku bagi semua aktivitas pelayaran karena kondisi cuaca yang terus memburuk di perairan laut wilayah Tuban.

“Para nelayan yang menggunakan alat seperti camprang, payang dan dogol masih bisa berlayar saat ombak sedang. Tapi kalau cuacanya seperti sekarang belum bisa berlayar,” kata Sunarto.

Disinggung mengenai imbas kenaikan Dollar AS terhadap hasil laut, Sunarto menyatakan tidak begitu terasa. Karena tergantung pada persediaan hasil laut dan permintaan pasar itu sendiri.

Terkait para nelayan yang saat ini tidak berlayar, waktu rehat melaut ini digunakan untuk membenahi perahu dan peralatan lainnya. Hal ini dilakukan agar saat “larangan” melaut dicabut, para nelayan sudah benar-benar siap.

“Karena kondisi laut saat ini masih ekstrem jadi tidak ada suplai beras dan kebutuhan pokok lainnya. Untuk itu para ibu nelayan kami berikan pemberdayaan,” ungkap Sunarto sembari menerangkan sekarang ini istri para nelayan di Kecamatan Tambakboyo diberikan pelatihan pengolahan ikan kering.

Sementara para isteri nelayan yang berada di kawasan Kecamatan Palang diberi pembinaan  pembuatan garam. WANTI TRI APRILIANA

Facebook Comments

About the Author