Published On: Rab, Apr 1st, 2015

Nasdem Janji Putus Lingkaran Nestapa Petani

KEREK

NESTAPA PETANI: Politisi Nasdem DPRD Tuban Rasmani saat menggelar reses di Desa Wolutengah, Kecamatan Montong, Selasa (31/03/2015) sore.

NESTAPA PETANI: Politisi Nasdem DPRD Tuban Rasmani saat menggelar reses di Desa Wolutengah, Kecamatan Montong, Selasa (31/03/2015) sore.

seputartuban.com-Alih-alih mengubah nasib. Nestapa petani seperti lingkaran tak berujung. Sejak memasuki musim tanam hingga menjual hasil panen, ketidakberdayaan selalu menyergap kehidupan kaum agraris ini.

“Saat memasuki musim tanam, harga pupuk mahal dan saat musim panen harga komoditas di pasaran selalu saja anjlok. Seperti yang terjadi saat memasuki musim tanam pada awal tahun ini. Petani kembali kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Bahan penyubur itu selalu saja raib saat dibutuhkan,” ungkap Kartono kepada anggota DPRD Tuban Rasmani saat menggelar reses di Desa Wolutenga Kecamatan Kerek, Selasa (31/03/2015) sore.

Petani ini menuturkan, pupuk merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Jika tidak ada, hampir dipastikan tanaman tidak akan tumbuh sesuai dengan harapan petani, dan pada akhirnya tanaman terancam gagal panen.

“Sebab itu, tidak berlebihan jika petani mengeluh bahkan marah ketika mereka tidak bisa mendapatkan pupuk saat memasuki musim tanam. Hal itulah yang dialami petani di Kecamatan Kerek dari waktu ke waktu,” imbuh dia menegaskan getir nasib petani.

Tangkal Rentenir Agar Tak Mengguritra

Tragisnya lagi, sambung Kartono, akibat kondisi ini desa-desa sekarang menjadi lumbung dari para rentenir-rentenir yang membuat nasib rakyat kecil semakin menderita. Dia juga mempertanyakan di mana peran pemerintah daerah yang seolah tak pernah hadir dalam kondisi silang sengkrut tersebut.

Menanggapi problem klasik itu, Rasmani yang juga anggota Komisi B DPRD Tuban, menyatakan  perlu adanya solusi dari pemerintah terhadap banyaknya rentenir di desa-desa. Sebab sangat membuat sengsara masyarakat. Sedangkan untuk masalah kelangkaan pupuk perlu adanya kebijakan pemerintah dan peran serta dari instansi terkait.

“Terkait permasalahan kelangkaan pupuk seharusnya jatah yang ada harus dibagi rata. Selain itu juga peran serta dari instansi terkait dalam melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap para penyalur pupuk bersubsidi harus lebih dimaksimalkan,” tutur politisi Partai Nasdem di depan ratusan petani dalam reses tersebut.

Pemerintah Harus Turun Tangan

Soal pasca panen, imbuh anggota DRPD Tuban dari dapil 1 ini, seharusnya pemerintah daerah membeli hasil pertanian sehingga harganya bisa meningkat dan tidak dipermainkan para pedagang-pedagang tanpa ada patokan pasti dari pemerintah.

Tiap kali musim tanam, harga pupuk dan bibit mahal, namun pada saat musim panen harga hasil pertanian selalu menurun yang menyebabkan petani selalu merugi. Hal itu menjadi permasalahan yang klasik dan perlu adanya perhatian serius dari pemerintah.

Sebelumnya problem tak beda disampaikan Suwaji saat Rasmani menggelar reses di Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak, Senin (30/03/2015) siang. Perlu ada perhatian pemerintah dengan semakin menurunnya harga hasil pertanian tiap kali musim panen. Akihbatnya, petani selalu merugi dan tidak bisa menutup biaya produksi.

“Tiap kali musim panen harga jagung, gabah selalu turun. Biaya tanam dan tenaga kerja sangat mahal, sehingga kita merugi,” keluh Suwaji yang kemudian direspon Rasmani dengan serangkaian kiat dan jurus seperti yang dipaparkan di Desa Wolutengah.

Selain di dua tempat tersebut, Rasmani juga menggelar reses di Desa Bogorejo Kecamatan Merakurak, Desa Montong Sekar serta Desa Sumurgung Kecamatan Montong yang dihadiri tak kurang banyak 450 warga. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. Brandal berkata:

    DPR omong tok….. jare mewakili rakyat,nyatane ora ono buktine.