Published On: Sab, Jul 11th, 2015

Nasdem dan Bupati Tuban “Berselisih Jalan”

TUBAN

NOOR NAHAR: 10 persen data kerusakan jalan itu valid dan bisa dipertanggungjawabkan.

NOOR NAHAR: 10 persen data kerusakan jalan itu valid dan bisa dipertanggungjawabkan.

seputartuban.com-Fraksi Nasdem DPRD dan Bupati Tuban Fathul Huda berbeda pendapat soal data kerusakan jalan di Bumi Ronggolawe.

Fraksi partai yang kelahirannya dibidani Surya Paloh ini, tak bisa menerima klaim Bupati Huda yang menyatakan peta kerusakan jalan di Kabupaten Tuban hanya 10 persen.

“Kalau diprosentase total kerusakan jalan di Kabupaten Tuban lebih dari 10 persen. Kami menganggap angka itu tidak relevan dengan fakta di lapangan,” tegas anggota Fraksi Nasdem DPRD Tuban, Edista Sakti Aprilian, Sabtu (11/07/2015) sore.

Pernyataan tersebut disampaikan Nasdem untuk mengklarifikasi penegasan Bupati Fathul Huda saat menyampaikan LKPJ 2014 dalam rapat paripurna di gedung DPRD Tuban tengah pekan ini.

Sayangnya, Edista tidak menyebut berapa sesungguhnya prosentase kerusakan jalan berdasarkan potret riil di lapangan.

Dia hanya menuturkan, Pemkab Tuban lamban dalam melakukan perbaikan dan pemeliharaan jalan.

“Kalau kondisi ini dibiarkan maka kerusakannya akan semakin parah dan membutuhkan anggaran yang besar untuk memperbaikinya,” tandas Edista.

Soal silang pendapat tersebut Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Husein, menjelaskan angka 10 persen kerusakan jalan yang ada adalah hasil survei yang dilakukan UPTD Dinas Pekerjaan Umum (PU) di tiap-tiap kecamatan.

Bahkan dia menegaskan 10 persen data kerusakan jalan itu valid dan bisa dipertanggungjawabkan. Karena dari hasil survei tersebut dapat diketahui tingkat kerusakan yang terjadi mulai dari kondisi baik, sedang, rusak ringan dan bahkan rusak berat.

“Kerusakan jalan itu disebabkan beberapa faktor. Mulai umur konstruksi jalan itu, kondisi tanah dan cuaca serta pembebanan lalu lintas.

“Kita tidak bisa menjaga kondisi jalan dalam kondisi baik secara keseluruhan, sebab jalan yang ada sangat panjang,” kata Noor Nahar.

Dia mengimbuhkan, kondisi yang terjadi terhadap jalan yang ada, utamanya jalan kabupaten dan jalan poros desa, terus menjadi perhatian penerintah daerah. Terbukti kerusakan dapat terus diminimalisir dan pendanaannya cukup.

Noor Nahar menyebutkan, mulai dari jalan kabupaten hingga poros desa di Tuban panjangnya mencapai 1.433 km. Panjangnya jalan ini tentunya dibutuhkan dana yang tidak sedikit untuk penanganannya.

“Karena beberapa faktor itu kondisi jalan akan mengalami perubahan. Sangat tergantung dari penyebab kerusakan yang ada di lapangan,” tuturnya.  MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author