Published On: Jum, Jan 13th, 2017

Mulai Juli Mega Proyek Kilang Minyak Mulai Dikerjakan

seputartuban.com, TUBAN – Bulan Juli 2017 sudah mulai penggarapan penyiapan lahan untuk Kilang minyak. Sehingga untuk saat ini pihak Pertamina (persero) sudah mulai ke tahapan koordinasi dengan pihak Pemerintah kabupaten (Pemkab) Tuban dalam persiapannya.

MEGA PROYEK : Jumpa pers di Gedung Korpri bersama Bupati Tuban, Ketua DPRD Tuban, Sekda dan pihak PT Pertamina serta investor, Kamis (12/12017)

Direktur Pengolahan Pertamina (Persero), Rachmad Hardadi, menyampaikan untuk saat ini sudah mulai pada tahapan evaluasi studi amdal. Sekaligus penggarapan persiapan lahan yang akan dimulai minggu pertama bulan Juli tahun ini. “Penyiapan lahan perlu waktu satu tahun sampai pertengahan 2018 setelah itu rancangan pondasi 2018 akhir selesai,” katanya, dalam konferensi pers Kamis (12/1/1016), di Gedung Korpri Pemkab Tuban.

Selama proses penyipan lahan tersebut, diperkirakan akan membutuhkan hampir 1.800 tenaga kerja kontrak berskill yang 60 persennya operator dan 2 ribu lebih tenaga kerja non skill. Dia juga berjanji lebih mengupayakan penyerapan naker lokal Tuban.

“Kami upayakan 40 sampai 50 persennya putra daerah. Sehingga mulai saat ini kita sudah mulai proses pencarian putra putri terbaik di Tuban yang fresh gradued dari yang lulusan SMK sederajat maupun perguruan tinggi yang sesuai bidangnya maupun yang sudah berpengalaman kerja,” tegasnya.

Setelah penyiapan lahan selesai dilanjut rancangan pondasi yang diperkirakan tahun 2018 akhir dapat diselesaikan. Pada 2018 kebutuhan tenaga mencapai 5 ribu naker. Lalu proses konstruksi pada awal tahun 2019 hingga tahun 2021 yang akan menyedot naker capai 40 Ribu.

Untuk lahannya, saat ini sudah tersedia lahan 350 hektar yang merupakan lahan wood center milik kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, di Desa Mentoso, Desa Wadung dan Desa Kaliuntu Kecamatan Jenu. Pertamina sendiri sudah memiliki 40 hektar yang berada di sisi timur TPPI (Trans Pacific petrochemical Indotama).

Kilang Tuban itu nantinya bisa memproduksi minyak hingga 300 ribu barel per hari. Sementara kilang kilang pertamina yang ada saat ini mampu produksi setara 850 ribu barel perhari. Sedangkan Kebutuhan BBM masyarakat Indonesia itu setara dengan 1,6 juta barel perhari. “Saat ini sekitar 45 sampai 50 persen kebutuhan BBM nasional masih harus impor. Sehingga dengan adanya kilang minyak di Tuban ini sangat diharapkan,”

Sekedar diketahui, kebutuhan pendanaannya untuk pendirian dan pembangunan kilang minyak tersebut mencapai Rp.175 triliun atau 14 milyar dolar amerika. Dimana sekitar 30 – 40 persen sumber pendanannya dari kas Pertamina, sedang sisanya dari pinjaman. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author