Published On: Jum, Feb 14th, 2014

MUI Tuban Belum Bisa Pastikan Kelompok Mahfudz Sesat

Share This
Tags

TUBAN

seputartuban.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tuban belum dapat memastikan kelompok Mahfudz (70) warga Desa Ngroto, Kecamatan Ngroto, Kabupaten Kediri ajaranya sesat atau tidak. Karena belum mengetahui detail syariat islam yang diajarkan kepada para jama’ahnya.

DIPAKSA BUBAR : Mahfud, pimpinan kelompok pengajian saat keluar dari rumahnya yang berdampingan dengan Masjid

DIPAKSA BUBAR : Mahfud, pimpinan kelompok pengajian saat keluar dari rumahnya yang berdampingan dengan Masjid

Ketua MUI Kabupaten Tuban, KH Abdul Matin saat dikonfirmasi Jum’at (14/2/2014) mengatakan pihaknya sampai saat ini sebatas mendapat laporan dari warga Dusun Randuanak, Desa Bhektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, lokasi kelompok Mahfudz beraktivitas. Sehingga belum bisa menyimpulkan apakah ajarannya sesat atau tidak. Namun MUI akan mendalami tafsir dan aqidah yang diajarkan oleh pria berambut panjang dan berjubah putih tersebut.

Saat ini, MUI Tuban masih mendalami ajaran yang dilakukan oleh jama’ah Mahfudz. Mulai dari dasar agama, pedoman sampai syariat sholatnya. Apabila ditemukan, ajaran yang menyimpang dari agama Islam, maka pihaknya memiliki tugas untuk meluruskan aqidahnya dan menganjurkan untuk tidak diajarkan lagi.

Selain itu, juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, agar dilakukan pembenahan dan pemindahan. Tujuannya agar tidak terjadi kesalah pahaman antar warga dan penganutnya.”Tetap akan kami laporkan ke pemerintah untuk dilakukan penindakan, ” ungkap Matin.

Masih menurut pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Bejagung ini, menegaskan, yang dikatakan ajaran sesat adalah suatu ajaran yang menambahi serta mengurangi rukun islam dan rukun iman. Ditanya adanya ternak hewan seperti anjing yang menjadi larangan untuk ajaran Islam, Matin menyebutkan itu bukan sesat. ” Kalau itu belum sampai kesesatan, belum bisa dikatakan sesat tapi hanya berdosa saja, ” lanjutnya.

Dihimbau kepada warga sekitar agar tidak mudah terprovokasi dengan kasus ini. Yang lebih penting jangan sampai terpengaruh bahkan sampai mengikuti ajaran islam yang menyimpang. “Jangan anarkis, sudah ada petugas yang menangani, ” katanya. (han)

Facebook Comments

About the Author