Published On: Sen, Mei 12th, 2014

MUI Sebut Pedofilia Bangilan Layak Ditusuk Jarum dari Kepala Hingga Dubur

Share This
Tags
LAYAK DILAKNAT: Pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur diibaratkan lebih baik ditusuk kepalanya dengan jarum raksasa sampai tembus duburnya.

LAYAK DILAKNAT: Pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur diibaratkan lebih baik ditusuk kepalanya dengan jarum raksasa sampai tembus duburnya.

TUBAN

seputartuban.com- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tuban menyebut predator pedofila HS, Kasek SDN Bangilan, sebagai tindakan biadab dan layak dilaknat. Sementara terhadap korban yang masih duduk di bangku kelas 6 SD, MUI menyatakan prihatin dan perlu segera dilakukan tindakan pemulihan psikologinya. Apalagi, saat ini korban tengah fokus menghadapi Ujian Nasional (UN).

Ketua MUI Kabupaten Tuban, KH Abdul Matin, menjelaskan perbuatan asusila tersebut sangat diharamkan oleh agama. Menurut dia, pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur diibaratkan lebih baik ditusuk kepalanya dengan jarum raksasa sampai tembus duburnya.

Bahkan, Kiai Matim, menyebut hukuman itu sejatinya belum ssetimpal dengan dosa predator pedovilia itu sendiri. Lebih kejam lagi, bahwa pelecehan seksual masuk dalam tiga kategori dosa besar. Dengan ini, dirinya sangat melaknat terhadap pelaku tersebut. Untuk itu Kiai Matin hanya bisa menyarankan agar melakukan taubatan nasuha. “Kalau bisa disuruh tobat saja itu orangnya,” Ucap Mbah Matin.

Terkait korban, dirinya ikut prihatin dengan musibah yang menimpanya. Kejadian nista ini diharakan bisa mejadi pelajaran berharga bagi korban dan orang tua. Tidak selamanya, sekolah adalah tempat belajar yang aman. Apabila disikapi dan diawasi dengan baik, madrasah adalah gudangnya ilmu dan moral.

“Peran orang tua juga menjadi penentu. Mungkin anak tidak pernah ditanya usai pulang sekolah, sehingga sulit curhat kalau ada apa-apa,” tandas Kiai Matin.

Ditegaskan, bahwa kasus ini harus dijadikan contoh untuk semua orang. Ibarat hujan setahun sirna oleh hujan sehari, bahwa kebaikan yang dilakoni predator pedofilia sepanjang hidupnya akan rusak dengan perbuatan itu. Alasannya, asusila selain akan mendapat ganjaran di dunia berupa hukuman dari pihak penegak hukum, ganjaran sosial seperti dikucilkan dan termarjinalkan selalu menunggu.

“Ditindak saja, karena itu hukumannya. Tapi yang paling penting kita harus bisa mengambil khikmahnya, ” ungkapnya. HANAFI

Facebook Comments

About the Author