Published On: Sel, Jun 10th, 2014

Mudik Masih Jauh Tiket Pesawat Sudah Naik

TUBAN

SYAIFUDIN: Kalau sudah musimnya mudik, para pelaku bisnis jasa tour dan travel akan menaikkan harga semua tiket, baik tiket kereta api, kapal laut dan tentunya tiket pesawat.

SYAIFUDIN: Kalau sudah musimnya mudik, para pelaku bisnis jasa tour dan travel akan menaikkan harga semua tiket, baik tiket kereta api, kapal laut dan tentunya tiket pesawat.

seputartuban.com–Meski momen mudik lebaran Idul Fitri tahun masih akan jatuh sebulan ke depan, namun beberapa jasa tour dan travel di Kota Tuban sudah mulai menaikkan harga tiket peswat dengan berbagai kota tujuan.

Alasannya, tingginya animo warga yang akan melakukan mudik ke kampung halamannya saat lebaran membuat jasa tour dan travel harus mempersiapkan tiket sejak dini. Salah satunya dengan melakukan reservasi. Kondisi membludak ini mau tak mau membuat harga tiket menjadi tidak “normal”.

Syaifuddin, salah satu karyawan Graha Tour dan Travel di Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo Tuban, mengakui pihaknya sudah mulai menaikkan harga tiket pesawat dengan berbagai kota tujuan.

Menurut dia, untuk tiket pesawat Surabaya ke Jakarta yang biasanya Rp 450 ribu kini berubah menjadi Rp 550 ribu. Sedangkan untuk  tiket perjalanan Surabaya ke Kalimantan yang sebelumnya Rp 350 ribu kini menjadi Rp 450 ribu.

Syaifudin menyebut, perubahan harga tersebut sangat wajar mengingat dalam waktu dekat jumlah pemesan tiket akan semakin membludak.

“Memang kalau sudah musimnya mudik, para pelaku bisnis jasa tour dan travel akan menaikkan harga semua tiket, baik tiket kereta api, kapal laut dan tentunya tiket pesawat,” terang Syaifuddin saat ditemui di kantornya, Selasa (11/06/14).

Dikatakan, harga tiket pesawat ini akan terus naik hingga sekitar H-7 lebaran mendatang. Salah satunya tiket tujuan Surabaya–Jakarta nantinya bisa naik menjadi Rp 1,3 juta. Kenaikan harga tersebut, sambung Syaifudin, juga sudah menjadi kesepakatan para pelaku bisnis travel. Dia juga menyatakan, kenaikan harga pesawat itu dipengaruhi banyaknya permintaan.

“Ini harga mati dan tidak bisa ditawar,” tandas Syaifudin sembari menjelaskan dalam setiap bulannya omset yang didapat dari usaha jasa tour dan travel yang dikelaolanya sekitar Rp 300–350 Juta. Angka itu didapat berbagai penjualan tiket, voucher hotel serta pengurusan paspor. AMIN

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author