Published On: Thu, Sep 12th, 2013

Mudah Dan Menjanjikan, Budidaya Kroto Sangat Menguntungkan

Share This
Tags

SEMANDING

seputartuban.com – Usaha budidaya telur semut rang-rang atau biasa disebut kroto nampaknya menjanjikan hasilnya. Karena memiliki harga jual tinggi dan pangsa pasar yang cukup luas.

Budidaya Kroto

BERBUAH MANIS : Warsidi, pembudidaya kroto menunjukkan sarang semut rang-rang yang dibuatnya

Seperti yang dilakukan salah satu pembudidaya kroto, Warsidi (32), Dusun Ndrudi, Desa Sambungrejo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Saat ditemui dirumahnya, Rabu (11/09/2013) menceritakan dia memulai budidaya kroto 6 bulan lalu. Awalnya usaha yang dijalannya terinspirasi banyaknya semut rang-rang dipepohonan sekitar rumahnya. Kemudian dirinya mempunyai ide untuk membudidaya kroto pakan burung kicau itu.

Dengan bermodalkan uang Rp. 300 ribu, dirinya memulai usaha secara manual. Yakni dengan  membuat rak atau tempat isolasi semut sebagai rumahan. Seperti pembellian rak dari besi siku sebanyak 3 tingkat. Seanjutnya, sebagai rumahan atau sarang semut, dirinya menggunakan botol plastik bekas minuman air mineral.

“Awalnya saya hanya memiliki 50 botol bekas minuman sebagai tempat bertelurnya krangkang (Semut rang-rang). Biasanya dia (semut) menggunakan rumahan berwarna putih untuk sarang telurnya, ” katanya.

Untuk makanan semut rang-rang, dirinya sudah menyediakan ulat kandang. Setiap hari dirinya harus memberi makan semutnya sebanyak 2 Ons ulat dari hasil budidayanya sendiri. Sedangkan sebagai minumanya menggunakan air gula. “Bila membeli 2 ons itu Rp. 2 ribu, saya budidaya sendiri ulatnya, ” imbuhnya.

Setiap 14 hari sekali budidaya yang masih tergolong baru di Kabupaten Tuban ini bisa dipanen. Tiap panen mampu menghasilkan kroto sebanyak 7 sampai 8 Kg. Hasil tersebut setelah dirinya memiliki hampir 250 sarang atau ribuan semut rang-rang. Setiap 1 Kg kroto miliknya mampu terjual seharga Rp. 150 ribu. “Pertama kali saya panen hanya 5 Kg, itu baru memiliki 130 sarang. Laba bersih sekitar Rp. 1 juta an, setelah dipotong ulat dan membeli air gula. Selama budidaya sudah 6 kali panen,” tuturnya.

Hasil panen kroto miliknya setiap panen tidak perlu repot menjualnya. Karena sudah didatangi pengepul dari wiayah Kecamatan Lamongan. Kroto miliknya merupakan jenis kroto super yang digunakan untuk makan burung kicau. “Sekarang sudah balik modal. Awalnya kita ambil dari pohon, terus kita ternak manual. Rencana kedepan saya perbanyak, ” harapnya. (han)

About the Author