Published On: Ming, Feb 17th, 2013

Minum Toak Bersama, Sesama Sopir Duel Hingga Tewas

Share This
Tags

Penulis : Pito Suwarsono

SEMANDING

Korban tewas diduga akibat dianiaya temanya sendiri saat minum toak bersama

Korban tewas diduga akibat dianiaya temanya sendiri saat minum toak bersama

seputartuban.com – Diduga cekcok mulut saat mabuk pesta miras, seorang sopir asal Kabupaten Jombang, tewas setelah dianiaya rekannya sesama sopir. Korban tewas dengan luka diwajah dan sejumlah luka goresan ditangannya.

Setelah digegerkan dengan pembunuhan seorang Takmir masjid di Dusun Sundulan, Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang, pada minggu (17/02/2013) dini hari. Giliran sore harinya warga Warga Dusun Sawahan, Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban digegerkan dengan kejadian pembunuhan yang dilatar-belakangi pesta minum toak sesama sopir truk.

Warga digemparkan, Suharto (31), seorang sopir asal Kabupaten Jombang, diketahui tewas yang diduga akibat dianiaya oleh tiga rekannya sesama sopir tersebut.

Iswati (40), penjaga warung yang menjual toak, tempat dimana kawanan sopir ini pesta minum toak. Melaporkan kejadian penganiayaan yang berujung kematian ini kepada Polisi. Mendapatkan informasi ini petugas langsung mendatangi lokasi kejadian.

Namun saat dilokasi kejadian, Polisi tak menemukan jasad korban. Karena sudah dibawa ke rumah sakit Medika Mulia oleh rekan korban yang lain. “sempat minta minum air putih, saya kasih. Terus kemudian dibawa ke rumah sakit. Saya sangat takut pak,” ungkap Iswati berbahasa Jawa saat dimintai keterangan Polisi di lokasi kejadian.

Menurut Iswati, korban bersama tiga rekannya yang juga sopir diantaranya Suwoto (40), warga Desa Tegalagung. Bramantyo (35) dan Benu (40) keduanya warga Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding, berada di warung Toak milik Karti tersebut.

Awalnya korban bersama tiga rekannya tersebut pesta minum- toak. Tak diketahui penyebabnya, korban terjadi cekcok mulut hingga berakhir dengan perkelahian. Dari duel tak seimbang tersebut, korban akhirnya roboh tanpa diketahui siapa pelaku awalnya. Dari keterangan pemilik warung ini, ketiga orang tersebut langsung membawa korban menuju ke Rumah Sakit (RS) Medika Mulia.

Sedangkan dari keterangan pihak RS, kondisi korban telah tewas sebelum sampai ke rumah sakit. Polisi yang telah mengetahui identitas ketiga rekan korban, langsung menjemput ketiganya dirumahnya masing-masing.

Hingga kini ketiga rekan korban tengah diperiksa Polisi di ruangan Sat Reskrim Mapolres Tuban, untuk mengetahui awal peristiwa. Dan belum diketahui siapa pelaku penganiaya korban. “ini ketiganya masih kami periksa, masih dalam penyidikan,” jelas Wakapolres Tuban, Kompol Kuwadi di Mapolres Tuban.

Ketiga rekan korban saat diperiksa di Mapolres Tuban masih berstatus sebagai saksi dalam kasus ini. Dan Polisi masih melakukan pengembangan dan proses penyidikan.

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author