Published On: Rab, Mar 12th, 2014

Minta Dipekerjakan Lagi, 100 Warga Blokir Conveyor Holcim

Share This
Tags

TAMBAKBOYO

seputartuban.com –  Sekitar 100 eks karyawan PT. Kamajaja Logistics melakukan aksi unjuk rasa di jalur conveyor pabrik PT. Semen Indonesia, Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, pada Selasa (11/3/2014). Aksi ini disebabkan mundurnya PT KL di Pabrik Tuban itu.

MARAH : Eks Pekerja PT KL melakukan aksi pemblokiran Conveyor Holcim untuk menuntut dipekerjakan lagi

MARAH : Eks Pekerja PT KL melakukan aksi pemblokiran Conveyor Holcim untuk menuntut dipekerjakan lagi

Karena tidak lagi bisa dituntut untuk dipekerjakan lagi sebagai tenaga kerja perusahaan tempat kerja sebelumnya, akhirnya eks karyawan PT KL menuntut kepada PT Holcim Indonesia untuk mempekerjakan lagi. Dengan melakukan pemblokiran jalur Conveyor pabrik semen berasal dari Swiss ini.

Koordinator aksi, Arif H (34), warga Desa Karangasem, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban saat dikonfirmasi mengatakan bahwa aksi ini kelanjutan sebelumnya agar tuntutanya dipenuhi. Menurut Arif, aksi akan terus dilanjutkan sampai warga ini mendapat kejelasan.

Para karyawan menuntut agar secepatnya dipekerjakan kembali. Karena sudah hampir sekitar 1 bulan tidak bekerja. Apabila tuntutan karyawan tidak dipenuhi, maka aksi blokir akan tetap dilakukan. ” Kita warga sekitar Holcim, kalau tidak bekerja terus mau dipekerjakan dimana. Kami salah apa, menuntut upah sudah sewajarnya, ”  keluh Arif.

Terpisah, Corporate Communication Relation PT Holcim Indonesia Tbk, Indriani Siswati dalam pers rilisnya mengatakan bahwa PT Kamajaja Logistics menyatakan mundur sebagai kontraktor Holcim di Tuban. Seiring dengan habisnya masa kontrak kerja pada bulan Maret 2014 ini.

Menindaklanjuti situasi ini, Holcim melakukan upaya penyelesaian terbaik dengan tetap mentaati peraturan perundangan yang berlaku. Saat ini sedang dilakukan review terhadap kontraktor lain untuk menggantikan PT Kamajaja Logistics. “Perekrutan tenaga kerja untuk pekerjaan pengepakan semen selanjutnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor yang baru termasuk menentukan besaran upah yang diberikan, ” ungkap Indri. (han)

Facebook Comments

About the Author