Published On: Rab, Des 30th, 2015

Minimnya Keahlian Sebabkan Pengangguran di Tuban Masih Melimpah

TUBAN

Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) Pemkab Tuban, Harsono Tri Asworo

Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) Pemkab Tuban, Harsono Tri Asworo

seputartuban.com – Jumlah warga yang berhasil disalurkan Pemkab Tuban masih sangat rendah dibanding jumlah pencari kerja. Hal ini dipengaruhi masih kurangnya keahlian masyarakat sesuai bidang yang dicari perusahaan.

Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) Pemkab Tuban, Harsono Tri Asworo, Selasa (29/12/2015) mengatakan selama 2015 sebanyak 562 pencari kerja yang meminta kartu kuning. Dari jumlah itu sebanyak 163 orang yang sudah diterima perusahaan.

Penempatan pemilik kartu kuning melalui berbagai program yang digelar oleh Dinsosnakertran. Diantaranya job fair dan IPK (informasi pasar kerja) dengan total lowongan yang disediakan sebanyak 602 lowongan.

“Memang belum seimbang antara jumlah pencari kerja, penempatan dan jumlah kebutuhan perusahaan. Sebagian besar dipengaruhi oleh ketidakcocokan antara minat dengan kebutuhan,” katanya.

Selain itu, keterampilan yang dimiliki oleh pencari kerja sebagian besar tidak sesuai kebutuhan perusahaan. para pencari kerja tidak memiliki kompetensi dari lapangan pekerjaan yang tersedia.

“Ketrampilan yang dimiliki oleh pencari kerja sebagian besar tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Masih banyak pencari kerja lulusan SMA, sedangkan yang dicari kebanyakan lulusan SMK dan Perguruan Tinggi,” sambungnya.

Padahal lapangan kerja di Kabupaten Tuban masih melimpah seperti industri pengalengan ikan dan perbankan banyak membutuhkan tenaga kerja tingkat SMK dan perguruan tinggi. Namun, kenyataannya tak banyak pencari kerja yang memiliki kualifikasi tersebut.

“Karena itu minimnya keterampilan yang dimiliki pencaker (pencari kerja) menjadi masalah, kenapa tingkat pengangguran masih tinggi. Lapangan kerja yang ada tak sebanding dengan keterampilan maupun kompetensi pencaker,”ujarnya.

Untuk menyiasati masalah tersebut, telah disiapkan berbagai program. Mengadakan pelatihan LPK (Lembaga Pendidikan Keterampilan) untuk mempersiapkan pencari kerja yang siap pakai. Serta menyelenggarakan bursa kerja sebagai salah satu upaya mempertemukan pengguna jasa tenaga kerja dan pencari kerja. Diharapkan, langkah ini bisa mengurangi jumlah pengangguran di Tuban.

Harsono menegaskan jumlah pemohon kartu kuning yang diajukan masyarakat mengalami penurunan dibanding sebelumnya. Pada tahun 2014 jumlah pencari kerja yang mengurus kartu kuning sebanyak 1080 orang. Sementara, hingga November 2015, jumlah pencari kerja berdasarkan permintaan kartu kuning hanya 562 orang. “Kebanyakan para pembuat kartu kuning sudah bekerja dan membuat kartu kuning untuk melamar pekerjaan baru yang dinilai lebih baik,” pungkasnya. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. Sredek berkata:

    Ass,, Yth Bpk Kasi.

    Kulo Mboten gadah Ijazah SMA/STM (Perguruan tinggi) nopo saget kulo badhe nderek LPK..?. terus Alamt LPK ne ten pundi ?