Published On: Rab, Mar 8th, 2017

Mentan Tunjuk Babinsa Ini Jadi Orang Kepercayaanya

seputartuban.com, JENU – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 0811/17 Senori, Sersan I, Muhammad Suwandi ditunjuk Menteri Pertanian RI sebagai orang kepercayaanya. Setelah mengadukan kinerja Perum Bulog Sub Divre Wilayah III Bojonegoro karena sering menolak padi yang dijual petani.

DIPERCAYA MENTAN : Babinsa, Suwandi saat berbicara dengan ajudan Mentan

Hal itu terjadi ditengah kunjungan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Selasa (7/3/2017).

Muhamad Suwandi dipercaya sang menteri jika menemukan pelanggaran oknum atau tengkulak yang mempermainkan harga padi, agar langsung melaporkanya. “Kami seringkali menemui permasalahan setiap melakukan pengiriman, sehingga barang yang kami kirim ke Bulog selalu ditolak. Katanya, beras yang kami bawa tidak sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Sedangkan beras yang diterima oleh Bulog selama ini hanya beras yang dibawa rekanan,” kata Suwandi.

Saat berdialog dengan Menteri, ia menyampaikan banyak masyarakat yang mengeluh karena merasa dirugikan atas keputusan Bulog yang tidak mau membeli padi milik petani. Padahal, perusahaan tersebut berkewajiban menyerap gabah dan beras agar petani tidak merugi.

Bulog beralasan gabah dari petani tidak sesuai standar yang ditetapkan dalam Inpres No 5 Tahun 2015. Yakni, gabah kering yang dibawa petani belum memenuhi kadar air maksimal 25% dan kadar hampa kotoran maksimal 10%. Sehingga, padi hanya dibeli seharga Rp 3.500,- per Kilogram dari harga yang ditentukan sebesar Rp 3.700,- per Kilogram.

Direktur Pengadaan Perum Bulog, Wahyu Suparyono mengatakan pihaknya belum dapat mengoptimalkan tugas penyerapan gabah karena padi yang dijual petani belum memenuhi kriteria Harga Pembelian Pemerintah (HPP). “Kita tidak berani karena kadar air dari padi yang dijual petani masih jauh dari 25 %, ada uang ada barang itu berlaku jika sudah sesuai,” jelasnya pada Mentan.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman justru menunjuk Babinsa, Suwandi untuk menjadi “mata dan telinga” sang menteri. Jika menemukan pelanggaran agar dilaporkan kepadanya. Bahkan dijamin akan diganti biaya akomodasi ke Jakarta jika melaporkan temuanya.

“Pak Babinsa, anda yang saya tunjuk menjadi Duta Perwakilan Babinsa Kabupaten. Seluruh biaya untuk datang ke Jakarta saya yang nanggung. Nanti silahkan ketemu dengan ajudan untuk berkoordinasi,” tegas Mentan.

Menyikapi kinerja Bulog, Mentan menegaskan agar Bulog menerima seluruh padi petani. Agar harga gabah terjamin atau tidak dipermainkan tengkulak. “Kami sudah memerintahkan mulai hari ini agar semua gabah kering yang dibawa petani wajib diterima oleh Bulog. Kalau tidak, Babinsa yang ditugasi mengawal silahkan datang langsung menemui saya. Nanti akan saya cabut izinya,” tegasnya. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author