Published On: Jum, Mei 11th, 2018

Meningkatkan Imtaq Siswa Dengan Pembiasaan Wiro Sableng di Sekolah

seputartuban.com, MONTONG – Wiro Sableng yang satu ini bukan merupakan tokoh dalam film laga yang tenar di era 90-an. Dengan senjata sakti, kapak maut naga geni 212 yang mampu mengalahkan lawannya dengan beragam kemampuan silat. Namun Wiro Sableng yang ini adalah sebuah brand sekolah atau sebuah pembiasaan yang dilakukan di sekolah untuk mendidik siswanya agar memiliki karakter lebih baik.

Semangat : Siswa bersama sedang melakukan pembiasaan Wiro Sableng

Kepala SDN Maindu 2, Desa Maindu, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Mochamadun memiliki cara tersendiri untuk mendidik Iman dan Taqwa (Imtaq) siswanya. Yakni dengan pembiasaan Wiro Sableng. Yakni singkatan dari Wirid Siro Sabar lan Eleng. Atau Dzikir Anda Sabar dan Ingat.

Kepada seputartuban.com, Senin (7/5/2018) di rumahnya, Kepala Sekolah yang juga seorang pesilat itu menceritakan konsep pembiasaan Wiro Sableng. Konsep itu dia pakai dalam karya ilmiah untuk kegiatan pemilihan kepala sekolah berprestasi tahun 2018. Meski pada praktenya sudah dijalankan sejak 2 tahun terakhir.

Pembiasaan Wiro Sableng ini adalah membiasakan perilaku murid agar memiliki budi pekerti luhur. Melalui sejumlah kegiatan yakni siswa kelas 1 sampai kelas 6 secara bersama sebelum masuk kelas mereka melakukan senam pagi kemudian dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, lagu wajib, Pancasila. Serta membaca surat-surat pendek, membaca asmaul husna dan pemberian kuliah tujuh menit (Kultum) oleh Kepala Sekolah. Kemudian siswa masuk kelas, memulai pelajaran seperti biasannya.

Kepala SDN Maindu 2, Mochamadun

Dia mendapatkan ide dari setelah mengikuti workshop awal 2018  tentang brand yang harus ditampilkan tiap lembaga pendidikan. Agar menarik mudah dikenal masyarakat. Istilah Wiro Sableng muncul mulai bulan Maret 2018. “Pembiasaan itu sebenarnya sudah dilakukan lama, namun brand-nya mulai Maret 2018,” ungkapnya.

Hasilnya dengan pembiasaan Wiro Sableng, siswa menjadi berperilaku lebih baik. Dari tutur kata maupun sopan santun. “Ya sifatnya mendidik perilaku anak desa. Ini perlu peran orang tua agar pembiasaan ini dilakukan di rumah. Jika dilakukan di rumah, maka akan ada point 1 dan tiap bulan ada prosentasenya,” ungkapnya.

Tantangannya adalah sabar dan telaten menjalankan pembiasaan itu. Masih menurut Kepala Sekolah sejak April 2012 itu, brand atau pembiasaan Wiro Sableng ini mendapat tanggapan positif dari para pihak terkait dan siswa nampak antusias menjalankannya. “Istilah itu juga saya diskusikan bersama dewan guru ternyata sangat mendukung. Kita akan pertahankan dan kita kembangkan,” tegasnya. RUSWANTO

Facebook Comments

About the Author

komentar dengan santun

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>