Published On: Sab, Mei 24th, 2014

Mengajar Anak Putus Sekolah Dibutuhkan Kesabaran Ekstra

Share This
Tags

TUBAN

PERLU PERHATIAN : Inilah suasana saat proses pendidikan PPA PKH.

PERLU PERHATIAN : Inilah suasana saat proses pendidikan PPA PKH.

seputartuban.com – Menjadi pengajar dibutuhkan kematangan keilmuan dan mental. Namun jika siswanya adalah anak putus sekolah, dibutuhkan kebaran ekstra. Karena sebelum masuk pelatihan, mereka dari latar belakang yang berbeda dan keseharianya tidak berada dalam aktivitas pendidikan.

Sunardi (39), tutor program Pengurangan Pekerja Anak-Program Keluarga Harapan (PPA-PKH), mengungkapkan dia saat mengajar anak putus sekolah harus bersabar. Selain karakternya beragam, siswa berkarakter keras dan egois.

“Anak-anak tidak bisa kita berikan pelajaran secara formal, mereka butuh motivasi dan pendekatan secara khusus. Rata-rata mereka putus sekolah karena faktor keluarga dan ekonomi,” ungkap Sunardi yang juga guru di SMPN 2 Merakurak.

Sebagai contoh sederhananya adalah, anak berusia 12 tahun kondisi tubuhnya sudah dipenuhi tato hampir diseluruh bagian tubuhnya. Jelas jika hal ini terjadi, sudah tentu mempengaruhi karakter anak tersebut. Selain itu mereka juga sudah menjadi perokok aktif. “Mereka lebih suka diajak bermain dari pada dikasih pelajaran formal, dan mereka susah diatur, maunya seenak hatinya,” keluhnya.

Anak putus sekolah ini didik selama 1 bulan disebuah hotel dikawasan Desa Sugiwaras, Kecamatan Jenu. Saat ini sudah berjalan selama 1 minggu, dan ada yang minta pulang, sebab tidak betah jauh dari keluarganya.

Sebenarnya jika sudah mengikuti pendidikan ini hingga selesai, mereka diharapkan mau melanjutkan pendidikan formal maupun non formal. “Diharapkan, jangan sampai ada lagi anak yang putus sekolah di Kabupaten Tuban, karena mengingat pentingnya pendidikan untuk masa depan anak. Serta sesuai dengan program pemerintah, wajib belajar 12 tahun. Saya baru pertama kali ini menjadi tutor acara semacam ini,” pungkas Sunardi.

Diketahui, di Kabupaten Tuban sebanyak 210 anak putus sekolah menjadi peserta kegiatan. Mereka rata-rata hanya lulus sekolah SD, berasal dari 20 kecamatan se Kabupaten Tuban. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author