Published On: Sen, Mar 28th, 2016

Meneladani Politik Bela Rasa Yesus Kristus

Share This
Tags

TUBAN

Pdt. Kristianto Basuki

Pdt. Kristianto Basuki

seputartuban.com – Memperingati wafatnya Yesus Kristus, Jumat (25/3/2016), Pendeta Gereja Kristen Indonesia (GKI) Tuban,Kristianto Basuki menyampaikan pesan moral meneladani Yesus. Yakni melakukan politik bela rasa demi rakyat.

Peringatan wafatnya yesus kristus itu sebagai sarana refleksi diri. Yesus Kristus hidup bersama masyarakat yang tertindas oleh kekuatan politik kolonial Romawi. Serta dalam kekuasaan agama Yahudi yang penuh intrik berujung mengorbankan rakyat.

“Namun, bagi Yesus, politik bukan untuk meraih kekuasaan, apalagi menyalahgunakannya untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Tetapi politik bela rasa,” katanya kemarin.

Pendeta ke-2 GKI ini mengungkapkan, bahwa hati Yesus selalu tergerak oleh belas kasih melihat rakyat yang tertindas. Menderita dan dibelenggu oleh penguasa, adat dan hukum agama. Yesus tidak bisa tinggal diam menyaksikan penderitaan masyarakat miskin akibat ulah para pejabat agama dan penguasa politik waktu itu.

“Walau harus berujung pada penolakan, pengkhianatan dan penyaliban, Ia tidak mundur selangkah pun berjuang atas komitmen bela rasa. Ia mati demi membela rakyat tanpa bermaksud mengambil keuntungan pribadi dalam perjuangannya,” tegasnya.

Politik bela rasa Yesus Kristus aktif dijalankan. Hingga Yesus sendiri harus menanggung segala akibat dari pilihannya. “Menanggung sengsara dan wafat di kayu salib. Kematian di kayu salib menjadi puncak bela rasa yang tiada tara bagi umat manusia,” ungkapnya.

Pendeta dengan jumlah jemaat 250 itu juga menyampaikan, seharusnya wakil rakyat dan pejabat pemerintah kabupaten (Pemkab) Tuban seharusnya mampu mengedepankan politik bela rasa. Yang benar memperjuangkan rakyat, tidak semata-meta untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya.

“Beranikah para elite politik, wakil rakyat dan Pemkab Tuban, mengambil pilihan mengedepankan politik bela rasa, apa pun risiko yang harus ditanggungnya. Rakyat dibela dan Allah-pun dipermuliakan,” pungkasnya. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author