Published On: Jum, Jun 6th, 2014

Melon Varietas Baru Masih “Dicuekin”

JENU

melon (2)seputartuban.com-Tiga generasi baru varietas melon yakni Golden Apollo, Sakata Glamour dan Eksen, terbukti cocok dengan karakter tanah pertanian di Kabupaten Tuban. Sayangnya, kehadiran varietas anyar ini masih direspon dingin petani melon di Bumi Wali.

Padahal ketiga varies tersebut memiliki keunggulan masing-masing. Untuk jenis Eksen buah lebih besar dan keras. Sakata Glamour biji lebih sedikit dan legit. Sementara  Golden Apollo memiliki warna yang berbeda yakni kuning keemasan.

 FATHUL HUDA: Bupati Tuban saat melakukan panen perdana di laddang melon milik Gianto, Jumat (06/06/2014).


FATHUL HUDA: Bupati Tuban saat melakukan panen perdana di laddang melon milik Gianto, Jumat (06/06/2014).

Gianto, petani asal Desa Wadung,Kecamatan Jenu, yang sukses menelorkan ketiga varietas melon baru tersebut mengakui varian anyar ini memang masih belum diminati petani lokal. Faktor pasar menjadi alasan para petani belum merespon varietas yang sejatinya lebih menjanjikan,

Terutama Sakata Glamour yang sedikit peminatnya. Alasannya, varietas baru  masih belum familier. Kulitya sedikit lebih tebal dan kasar. Rasanya kalah manis dibandingkan Golden Apollo.

“Kalau dijual di pasar tradisional kurang laku. Tidak ada peminatnya. Mungkin terlalu mahal. Kalau melon biasa dua buah, kalau ini (Sakata Glamor) cuma dapat satu,“jelas Gianto di tengah panen perdana melon varietas baru di ladang miliknya seluas 4 hektar, Jumat (06/06/2014).

Untuk mengantisipasi sedikitnya peminat pasar lokal, Gianto menyasar pasar surabaya dan bebrapa kota besar lainnya. Hal ini untuk memperkenalkan varietas dan meneruskan bididayanya. Sementara untuk yang Eksen harganya lebih mahal yakni Rp 14 ribu per kilogram.

Ikhwal budidaya yang dirintis, Gianto menjelaskan untuk Golden Apollo dilakukan  empat bulan lau. Setiap 1 hektar lahan diberi populasi 4.500 batang. Populasi ini lebih sedikit  dari jenis melon biasa yaitu sebesar  16 ribu batang. Hasilnya juga akan lebih banyak dibandingkan melon biasa, yakni sebesar 45 ton dari biasanya sekitar 30 ton.

Sementara Bupati Fathul Huda yang hadir dalam panen perdana di ladang milik Gianto, mengatakan pengembangan varietas melon sangat cocok untuk dibudidayakan di Kabupaten Tuban. Ini karena jenis tanah dan airnya sangat memadai.

Selain itu, Huda menyatakan akan menjadikan komoditi melon dengan banyak varietas. Sehingga melon dari petani bisa bersaing. “Saya berharap bisa budidaya ini terus dikembangkan. Banyak varietas baru dan hasilnya bagus. Kalau bisa benih sedikit hasilnya banyak. Yang penting juga rasanya enak,” kata Huda. HANAFI

Facebook Comments

About the Author