Published On: Kam, Apr 11th, 2013

Melamar Calon Suami Ditengah Rendaman Banjir

Share This
Tags

RENGEL

Melamar saat banjir

MELAMAR : Keluarga calon mempelai putri saat menaiki perahu menuju rumah calon mempelai putra

seputartuban.com – Cinta tidak mengenal seberat apapu tantangan yang menghadang. Begitulah mungkin kalimat yang tepat bagi Suci Cahyati (18), warga Desa Jati, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.

Untuk melamar calon suaminya, Ahmad Sholeh (21) warga Dusun Temulus, RT. 04, RW.03, Desa Sawahan, Kecamatan Rengel.  Suci bersama keluarganya harus naik perahu. Lantaran rumah sang kekasih lagi direndam banjir, Rabu (10/04/2013).

Meski kondisi banjir merendam rumah calon suaminya, Suci bersama keluarganya tidak mengurungkan niat baiknya. Dengan sewa perahu warga, makanan yang dibawa untuk melamar dibantu Polisi dinaikkan perahu menuju rumah calon suami sejauh 3 KM.

Anak pasangan Sukardi (68) dan Kartik (62) ini nampak risau saat menaiki perahu. Keresahan nampak, karena selalu menghubungi calon suaminya melalui ponsel. Karena selain hembusan angin cukup kencang, hal ini bisa saja mengakibatkan perahu terbalik. Dan membuat keluarganya bahaya, lebih-lebih proses lamaran dapat batal dilakukan.

MELAMAR : Dibantu Polisi menurunkan barang bawaan calon mempelai putri

MELAMAR : Dibantu Polisi menurunkan barang bawaan calon mempelai putri

Setelah sampai di rumah Sarkam (70) dan Kapsah 65), orang tua Soleh, wajah Suci nampak berseri-seri. Makanan yang dibawa keluarga Suci diturunkan keluarga dibantu 2 polisi yang siaga banjir.  Dan prosesi lamaran dilakukan dengan kehadiran 2 polisi dan wartawan yang sedang meliput.

Ahmad Soleh saat dikonfirmasi usai acara lamaran dirumahnya mengatakan, dirinya sempat khawatir dengan keluarga Suci. Karena banjir yang melanda kawasaan rumahnya. Dia juga sangat cemas, saat rombongan keluarga calon istrinya itu menaiki perahu. Ombak dan angin kencang bisa mengakibatkan perahu terbalik.

“Alhamdulillah acara bisa berjalan dengan lancar. Saya tadi sempat khawatir saat dia (Suci dan keluarganya) naik perahu, ” ungkapnya.

Nampaknya proses lamaran pasangan calon pengantin yang akan menikah 4 bulan lagi ini menjadi berharga. Karena akan menyimpan kenangan yang tidak dapat dilupakan, yakni melamar saat banjir.

BAHAGIA : Kedua Calon mempelai usai prosesi lamaran

BAHAGIA : Kedua Calon mempelai usai prosesi lamaran

Diketahui, sebagian warga di Kabupaten Tuban masih menjalankan budaya melamar dilakukan calon mempelai putri. Dan beberapa diantara warga lainya melamar dilakukan calon mempelai pria. (han)

Facebook Comments

About the Author