Published On: Jum, Apr 17th, 2015

Mega Proyek Sport Center Semakin Berpeluang Dibatalkan

TUBAN

ilustrasi sport center

ilustrasi sport center

seputartuban.com – Dalam dokumen Laporan Keuangan dan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Tuban tahun anggaran 2014 mega proyek sport center jadi bahan kritikan dewan. Salah satu faktornya karena masa jabatan Bupati akan berakhir, serta pembelanjaan anggaran tidak maksimal.

Pada LKPJ tersebut pada tahun 2014 dianggarkan biaya pematangan lahan sport center Rp. 2 milyar, namun hanya terserap Rp 3.350.000. Dibanding anggaran yang disediakan, penyerapan anggaran ini sangat sedikit.

Anggota Fraksi Demokrat, Cancoko mengatakan sejak awal program yang direncanakan membutuhkan anggaran Rp. 300 milar dan ditargetkan selesai 2016 ini dia tidak menyetujuinya. Karena selain banyak menyedot anggaran, juga hingga 2016 proyek ini dipastikan belum rampung.

“Saat saya menjadi anggota Komisi C, sudah saya sampaikan bahwa program ini tidak bisa terlaksana. Sebab melihat kondisi keuangan daerah dan kebutuhan anggaran,” kata Cancoko yang saat ini menjadi anggota Komisi B itu.

Gagalnya penyerapan anggaran ini sebagai salah satu indikator tidak adanya kesiapan pembangunan. Serta salah satu bentuk bukti bahwa pembangunan mega proyek sport center sudah selayaknya dihapus.

“Anggaran Rp. 2 milyar kalau sejak awal dialokasikan untuk masyarakat kan lebih baik. Tapi ini sudah dianggarkan malah tidak terpakai. Pemkab harus mempertimbangkan kondisi keuangan daerah untuk pembangunan sport center. Sebaiknya program itu di hapus saja dari pada menjadi beban pemerintah selanjutnya,” sambungnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pemkab Tuban, Sutrisno mengatakan gagalnya pelaksanaan pemertaan lahan ini dikarenakan lelang pekerjaan terkendala. Hanya ada 1 peserta lelang meski pembukaan pendaftaran sudah dilakukan hingga 2 kali. “Kami masih melakukan review kembali terkait perencanaan pembangunan gedung sport center itu. Kita anggarkan lagi pada 2015,” jelasnya.

Lelang pekerjaan pemerataan lahan ini akan dilakukan ketiga kalinya pada 2015. “Ini sudah ke tiga kalinya tahapan lelang pembangunan gedung yang kami ajukan, sebelumnya rata-rata pihak rekanan terkendala di biaya umum” sambungnya

Diketahui, pembangunan mega proyek sport center akan dilaksanakan di atas lahan 10 hektar yang terletak di Desa Tunah, Kecamatan Semanding. Direncanakan akan menelan biaya kurang lebih Rp. 300 miliar dibangun secara bertahap. MUHLISHIN/ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author