Published On: Sen, Jun 1st, 2015

Mega Proyek JLS Tuban Makin Tak Jelas

TUBAN

CHOLIQ CHUNNASIH: Sebenarnya dana itu akan diusulkan melalui PAPBD tahun ini, namun terkendala akan dilaksanakannya pilkada serentak.

CHOLIQ CHUNNASIH: Sebenarnya dana itu akan diusulkan melalui PAPBD tahun ini, namun terkendala akan dilaksanakannya pilkada serentak.

seputartuban.com-Mimpi Bupati Fathul Huda dan Wakil Bupati Noor Nahar Husein mewujudkan proyek jalur lingkar luar Tuban atau populer disebut jalur lingkar selatan (JLS) tampaknya bakal kandas.

Sementara kini duet Huda-Noor sekarang ini tengah berkonsentrasi maju dalam pilkada serentak Desember 2015 mendatang.

Indikasi tidak masuk akal pembangunan mega proyek yang digagas untuk mengurai kemacetan di jantung Kota ini sudah terlihat nyata sejak awal diwacanakan.

Terbukti, alih-alih menyusun rencana pembangunannya. Bahkan untuk konsep pembebasan lahan yang akan terkena dampak proyek JLS sampai sekarang ternyata belum jelas.

Padahal sebelumnya Pemkab Tuban manargetkan awal tahun 2014 lalu proyek pembangunan JLS sudah bisa dimulai. Tapi fakta berbicara beda. Buktinya, tahun 2014 sudah lewat lima bulan ternyata proses pembebasan lahan belum bisa dilaksanakan.

Tanda-tanda lain sulit terwujudnya proyek JLS yang paling nyata adalah waktu pelaksanaan pembanugannya yang terus molor.

Bila sebelumnya Pemkab Tuban berdalih karena proses pembebasan lahan yang alot, kali ini dipastikan molor lagi karena anggaran untuk proses pembebasan lahan akan dipakai untuk pelaksanaan Pilkada Tuban 9 Desember nanti.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tuban, Choliq Qunnasich, berkilah sebenarnya pemkab akan menganggarkan penuntasan pembebasan lahan tahun ini yang diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp 200 miliar.

“Sebenarnya dana itu akan diusulkan melalui PAPBD tahun ini, namun terkendala akan dilaksanakannya pilkada serentak. Sehingga Kabupaten Tuban membutuhkan membutuhkan anggaran yang besar untuk membiayai pelaksanan pilkada tersebut,” tutur Choliq, Senin (01/06/2015) siang.

Namun begitu, Dinas PU akan tetap mengusulkan anggaran untuk pembebasan lahan meskipun hanya dianggarkan setengah dari yang dibutuhkan.

Choliq menambahkan, dipastikan tahun 2017 proses pembebasan lahan JLS sudah bisa terselesaikan. Dia berasumsi tahun 2018 nanti pembangunan fisiknya bisa terlaksana.

Pembangunan JLS itu sendiri direncanakan membutuhkan lahan seluas 60 hektar yang akan merlintasi wilayah Kecamatan Tuban, Palang, Semanding, Merakurak dan Kecamatan Jenu. Sedangkan panjangnya sekitar 20 kilo meter, dengan lebar jalan 30 meter untuk dua jalur.

Sedangkan pembangunannya dilakukan secara bertahap. Ada tiga tahap dan akan dimulai dari titik barat yaitu Desa Sugiwaras Kecamatan Jenu sampai Kecamatan Semanding.

Tepatnya perempatan Polsek Semanding. Setelah itu baru akan dilanjutkan dari Semanding menuju ke Kepet sebelum sampai tahap akhir yang akan finish di Kecamatan Palang. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author