Published On: Sen, Jun 16th, 2014

Mayoritas LMDH Masih Merugikan Perhutani

Share This
Tags

TUBAN

BELUM OPTIMAL : Adm Perhutani KPH Parengan, Daniel Budi Cahyono saat memberikan penjelasan LMDH

BELUM OPTIMAL : Adm Perhutani KPH Parengan, Daniel Budi Cahyono saat memberikan penjelasan terkait LMDH

seputartuban.com – Administratur Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Parengan, Daniel Budi Cahyono, Jumat (13/6/2014) malam, dalam acara curah gagas Pemberdayaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat (PHBM), mengakui mayoritas Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) diwilayah kerjanya masih belum optimal dalam melestarikan dan menjaga hutan. Dari 53 LMDH hanya 3 diantaranya beroperasional dengan maksimal.

Sebagian besar petani hutan (pesanggem) masih mengalahkan tanaman pokok hutan. Pohon jati dipangkas agar tidak menggangu tanaman jagung. Maupun tanaman produktif lainya. Hal ini jelas sangat merugikan Perhutani. ”Terkadang petani tidak mau mengalah dengan jati. Jatinya ditebang agar jagungnya subur, “ kata Daniel.

Kondisi idealnya LMDH menjalankan 3 aspek pengelolaan hutan. Yakni Ekologi, yakni proses pengelolaan yang lebih mengutamakan kelestarian hutan. Produksi, pengolahan hutan yang bisa saling mengahasilkan antara hasil hutan berupa kayu jati dan tanaman produktif lainnya. Serta aspek Sosial, yang mampu memberikan kontribusi terhadap masyarakat desa setempat. 3 diatas belum menjadi budaya di LMDH. Hanya mementingkan sisi ekonominya.

Bahkan, saat pembukaan lahan, pesanggem membakar semak belukar dibawah pohon jati yang masih berusia dibawa 5 tahun. Hal ini berdampak pertumbuhan jati menjadi terhambat. “Kalau bisa kita pergunakan lahan dengan tidak hanya memungut.  Namun dengan menanam tumbuhan yang bisa tumbuh bersama dengan jati. Kita terus awasi dan kelola dengan baik,“ harapnya. HANAFI

Facebook Comments

About the Author