Published On: Rab, Mar 4th, 2015

Maut Mengintai di Atas Jembatan Kali Karang

SEMANDING

BAHAYA: Inilah kondisi jembatan tanpa di atas sungai Gang Buyung, Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding, Rabu (04/03/2015) siang. foto: WANTI TRI APRILIANA

BAHAYA: Inilah kondisi jembatan tanpa di atas sungai Gang Buyung, Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding, Rabu (04/03/2015) siang. foto: WANTI TRI APRILIANA

seputartuban.com-Para pengguna jalan mesti ekstra hati-hati saat melintasi jembatan di atas Kali Gang Buyung, Kelurahan Karang, Kecamatan semanding. Karena jika tidak, maut sewaktu-waktu bisa mengintai pengendara yang melintas di atas jembatan ini.

“Kita minta supaya ada perbaikan jembatan yang nggak ada besi pembatasnya. Karena ini bisa membahayakan pengendara, bisa nyebur kali nanti,” ujar seorang pengendara motor dengan beban berat di belakangnya, sesaat usai melintasi jembatan yang sejak dibangun hingga sekarang dibiarkan menganga tanpa besi pembatas.

Sementara sebagian warga yang menghuni sepanjang Gang Buyung, mengeluhkan jembatan yang sempit. Meski bukan jalan raya, namun seiring menumpuknya arus lalu lintas di perempatan traffic light Jalan Gajah Mada, belakangan kawasan yang menghubungkan Gang Sadiq ini, menjadi jalur alternatif.

Terutama warga dari arah Jalan Majapahit yang akan menuju RSUD maupun Polres Tuban serta instansi vital lain milik Pemkab Tuban, yang berkantor di sepanjang Jalan Gajah Mada, Pramuka maupun Jalan dr Wahidin Sudiro Husodo.

Menurut warga, jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut kecelakaan pun menjadi momok bagi pengguna jalan. Terutama kalangan anak-anak usia sekolah yang sering lalu lalang menggunakan sepeda. Situasi akan kian semrawut dan berbahaya saat musim penghujan.

“Ini sempit jalannya. Kalau tak segera ditangani secara serius nanti rawan kecelakaan,” terang sejumlah warga yang tinggal di Gang Buyung.

Lurah Karang, Suharno, tak menampik keluhan warga soal keberadaan jembatan di wilayahnya yang hingga kini tanpa pembatas tersebut. Terkait keluhan warga itu, Suharno sudah meresponnya dengan memasang pembatas dari besi bekas.

Namun karena tidak anggaran yang tersedia, sehingga keberadaan besi pembatas setinggi paha orang dewasa ini seperti percuma.

“Pihak kelurahan sudah sering mengajukan anggaran ke Pemkab Tuban. Bahkan setiap tahun kami mengajukan ke pemkab. Tapi sampai sekarang belum direspon,” kata Suharno, Rabu (04/03/2015) siang.

Dia menjelaskan, sungai yang berada di RT 01 RW 03 Gang Buyung ini dari awal pembangunannya memang pembatas jembatannya sangat minim. Bukan karena perluasan badan sungai.

Suharno menegaskan, selama ini jembatan tanpa pembatas itu belum pernah ada insiden berarti. Apalagi kecelakaan yang merenggut korban jiwa.

“Walapun dari awal pembangunan kali itu memang tidak memiliki pembatas jembatan, tapi alhamdulillah belum sampai terjadi kecelakaan disana. Meski begitu kami tetap akan mengupayakan kelayakan jembatan tersebut,” tandas dia. WANTI TRI APRILIANA

Facebook Comments

About the Author