Published On: Sab, Feb 9th, 2019

Masih Laris, 1.056 butir Karnopen Berhasil Diamankan Satresnarkoba Polres Tuban

seputartuban.com, TUBAN – Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2019, dilakukan oleh Satresnarkoba Polres Tuban mulai  sejak 26 januari sampai 6 februari 2019. Hasil dalam waktu sekitar dua minggu itu berhasil mengamankan ribuan pil karnopen.

Satrenarkoba berhasil mengamankan  3 Target Operasi (TO). Selain itu jajaran Polres Tuban juga berhasil mengungkap 19 kasus dengan 19 tersangka. Barang Bukti (BB) barang bukti sebanyak 1.056 butir pil karnopen atau obat jenis daftar G. Kemudian 13 butir pil dobel L dan uang tunai sebesar Rp. 110.000 hasil penjualan karnopen dan pil dobel L tersebut.

OPTIMAL : Wakapolres Tuban didampingi Kasat Resnarkoba (baju putih) bersama perwira lainnya saat jumpa pers

“Selama Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2019, jajaran Satresnarkoba Polres Tuban berhasil mengungkap 3 kasus peredaran Pil Daftar G dan 1,000 lebih Pil Karnopen,” jelasnya Wakapolres Tuban, Kompol Teguh Priyo Wasono saat Press Release, Jumat (08/02/2019).

Dengan tersangka dalam kasus obat  daftar G, AES (28) warga Kelurahan Kingking, Kec. Tuban dengan BB 51 butir karnopen. Kemudian AR (26) warga Kec. Palang  BB 13 butir pil dobeL. Serta terbanyak tersangka S (32)  pemilik BB 1.000 butir karnopen.

Kemudian produksi arak atau minuman keras (Miras) telah diungkap 13 kasus. Dengan rincian 1 kasus produsen dengan BB 1 dandang 3 drum baceman, setiap drumnya isi 200 liter, 1 kompor, 1 gas lpg, 1 gendung warna merah, 1 drum berisi air pendingin serta 2 dus arak siap edar. Serta pengedar 12 kasus dengan BB 9 botol anggur da 23 liter arak. “Tersangka ada 7 orang untuk yang 12 orang ada yang tahap 1 tahap 2 dan tipiring (tindak pidana ringan),” ujarnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka pengedar pil dijerat dengan UU Narkotika  dan UU no 35 tahun 2009. Dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp. 800.000.000 dan paling banyak Rp. 8 Milyar. Untuk pordusen Miras dijerat UU RI No. 18 tahun 2012 tentang pangan, dengan pidana paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp. 4 milyar. RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

komentar dengan santun

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>




Videos